Ceramah Penuh Cacian Tak Sepatutnya Disampaikan Orang yang Mengaku Keturunan Rasul

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Senin 03 Desember 2018 13:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 03 605 1986064 ceramah-penuh-cacian-tak-sepatutnya-disampaikan-orang-yang-mengaku-keturunan-rasul-jDnjwWu5Ms.jpg Abdul Kadir Karding (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, menyatakan cacian yang ditujukan kepada Presiden Jokowi dalam materi ceramah Habib Muhammad Bahar bin Smith dinilai tidak mencerminkan disampaikan oleh orang mengaku keturunan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam.

"Yang publik mesti tahu bahwa apa yang dia lakukan terhadap kepala negara, terhadap presiden, adalah tindakan tercela, tindakan yang tidak sepatutnya dilakukan oleh orang yang menyebut dirinya sebagai keturunan Rasulullah, pendakwah, atau tokoh agama," katanya kepada wartawan, Senin (3/12/2018).

Padahal, Karding menerangakan bahwa Rasul mengajarkan kepada seluruh umat Islam agar melakukan berbagai hal harus dilakukan dengan lemah lembut yang mengedepankan akhlakul karimah, sehingga dengan cara tersebut akan terwujud Islam yang Rahmatan Lil Alamin.

"Justru yang saya pahami sebgai anak yang tumbuh di kalangan organisasi Islam, sebagai yang tumbuh di lingkungan Islam, dan yang belajar agama Islam, bahwa Rasulullah senantiasa mengajarkan kita untuk berdakwah dengan cara-cara yang lembut cara-cara yang penuh rahmah," terangnya.

"Lalu kasih sayang dan cara-cara yang dakwah dengan berakhlakul karimah mengedepankan kejujuran mengedepankan kalimat-kalimat diksi-diksi yang pisitif mengajak kebaikan, itulah dakwah," imbuhnya.

Habib Bahar bin Smith

(Baca Juga: Habib Bahar bin Smith Tolak Minta Maaf, Golkar: Biar Hukum yang Memutuskan)

Oleh karena itu, TKN merasa tidak mempersoalkan jika Habib Bahar tidak meminta maaf atas perbuatannya, namun jika Habib Bahar tetap mempertahankan egonya, hal itu dianggapnya sebagai bentuk kesombongan dan kecongkakan.

"Habib Bahar tak akan meminta maaf itu haknya Habib Bahar. Mestinya meminta maaf, tapi kalau tidak itulah bentuk kesombongan dan kecongkakan dari seorang Habib Bahar. Sehingga, ya biar saja itu urusan dia pribadi," tutupnya.

Habib Bahar bin Smith sebelumnya diberitakan telah dilaporkan ke polisi lantaran isi ceramahnya saat Maulid Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam di kawasan Batu Ceper, Tangerang, pada 17 November 2018 dianggap turut menghina Jokowi.

Dalam rekaman video berdurasi 60 detik, Habib Bahar dianggap menghina Jokowi karena menyebut kepala negara banci.

Terkait hal itu, dirinya mengatakan tidak akan meminta maaf atas apa yang sudah dikatakannya. "Kalian yang melaporkan saya, kalau itu kesalahan, maka demi Allah saya tidak akan pernah minta maaf," kata Habib Bahar di Monas, Minggu 2 Desember 2018.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini