Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

5 Suku Terasing di Dunia yang Jauh dari Kehidupan Modern

Thasyanur Azizah , Jurnalis-Selasa, 04 Desember 2018 |10:02 WIB
5 Suku Terasing di Dunia yang Jauh dari Kehidupan Modern
Suku Mascho-Piro di pedalaman Amazon, Peru. (Foto: Reuters)
A
A
A

SEORANG turis Amerika Serikat (AS) tewas dibunuh oleh masyarakat lokal tradisional setelah mengunjungi pulau terlarang di India.

Turis yang diidentifikasi sebagai John Allen Chau (27) asal Alabama, AS itu mengunjungi Pulau Sentinel Utara, Kepulauan Andaman, Teluk Benggala pada 16 November.

Berdasarkan keterangan pihak berwenang, Chau tewas dihujani panah oleh suku Sentinel setelah diantarkan beberapa nelayan secara ilegal.

Ahli antropologi mengatakan, kejadian ini merupakan petunjuk lain bahwa mereka tidak ingin diganggu siapa pun. Mereka memang dikenal sebagai suku yang mengisolasi diri dari kehidupan dunia luar. Bahkan mereka tak segan membunuh siapa pun yang masuk ke wilayahnya dengan anak panah mematikan. Butuh kegigihan dari para pakar antropologi untuk menggali informasi tentang seluk beluk mereka. Diperkirakan kini jumlah mereka hanya tersisa 50 sampai 150 jiwa.

BACA JUGA: Kunjungi Pulau Terlarang, Turis Asal AS Tewas Dipanah Penduduk Lokal

Suku yang disebut-sebut sebagai keturunan pertama Afrika ini berkulit hitam, berambut ikal, berperut buncit, berbadan tinggi dan tidak berpakaian. Mereka diduga telah melakukan migrasi dari Afrika sekitar 50 ribu tahun silam. Sehari-hari mereka hidup dengan cara berburu babi hutan, mencari ikan dan memakan umbi-umbian dan madu.

Selain suku Sentinel yang tertutup pada orang asing dan kehidupan modern, ternyata terdapat suku lain di dunia yang juga mengasingkan diri dari kehidupan luar. Berikut deretan suku terasing di dunia yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Suku Mascho-Piro


Suku Mascho Piro atau yang juga dikenal sebagai orang Cujareño dan Nomole, adalah suku indian primitif yang berasal dari daerah terpencil di hutan hujan Amazon.

Maschco-Piro adalah salah satu suku dari 15 suku yang ada di Peru. Mereka hidup secara nomaden dengan bertahan hidup dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan dari hutan, dan juga hasil pertanian.

tinggal di Taman Nasional Manú di Madre de Dios Region di Peru, yang letaknya di sebelah tenggara Peru.

Selama tinggal di taman tersebut mereka mengasingkan diri tanpa ada kontak lain dengan dunia luar. Mereka tidak mengijinkan orang lain atau suku lain untuk masuk ke wilayah mereka. Sama seperti suku Sentiel, ketika ada orang lain yang berani masuk kawasan taman, suku setempat tidak akan segan menyerang mereka dengan panah.

2. Suku Yahi

Suku ini merupakan penduduk asli Amerika dari negara bagian California yang menempati wilayah Deer Creek. Mereka dianggap suku Indian liar generasi terakhir di abad modern. Suku ini tidak memiliki pemimpin dan hidup dengan prinsip bahwa semua individu adalah setara.

Suku Yahi adalah korban pertama dari fenomena yang disebut dengan "demam Emas". Di masa itu, lebih dari 300 ribu orang dari seluruh Amerika Serikat datang ke California untuk mencari logam mulia. Suku Yahi kemudian berjuang melawan para penambang emas yang datang. Namun pada akhirnya mereka kalah karena kurangnya persenjataan dan jumlah orang yang semakin berkurang. Selain itu, serangkaian pembantaian menurunkan jumlah populasi penduduk Yahi. Dalam kurun waktu 15 tahun, orang kulit putih telah melenyapkan nyaris seluruh orang Yahi. Hanya tersisa sekira 16 orang dari mereka yang kemudian bersembunyi di pegunungan selama bertahun-tahun.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement