nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sederet Fakta Jokowi Perhatian terhadap Islam

Kuntadi, Jurnalis · Kamis 06 Desember 2018 22:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 06 337 1987878 sederet-fakta-jokowi-perhatian-terhadap-islam-95JhgkpLJu.jpg Presiden Jokowi di acara Milad Madrasah Muallimin dan Muallimat (Foto: Kuntadi)

YOGYAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap diserang isu yang pro terhadap umat Islam. Namun, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif mematahkannya dengan mengungkap sederet fakta tentang Jokowi.

Menurut pria yang akrab disapa Buya Syafii itu, kebijakan Jokowi justru banyak berpihak kepada umat Islam, khususnya Muhammadiyah.

"Beberapa waktu lalu, Presiden menyerahkan 6 SK bagi sekolah tinggi Muhammadiyah di Lamongan. Dan nanti presiden masih akan berkunjung ke Universitas Aisyiyah. Jadi, kalau ada yang bilang presiden tidak perhatian pada Islam, hentikanlah," ujarnya di acara milad satu abad Madrasah Mu'allimin Mu'allimat Yogyakarta, Kamis (6/12/2018).

Kehadiran Jokowi di acara Peringatan Milad Satu Abad Mualimin Mualimat Muhammadiah dianggap Buya Syafii sebagai sesuatu yang spesial karena ia merupakan presiden pertama yang melakukan kunjungan.

“Presiden datang ke sini itu bukti beliau dekat dengan Islam,” tuturnya.

(Baca Juga: Buya Syafii Maarif Minta Penyebutan Jokowi Tak Perhatikan Islam Dihentikan)

Jokowi

Keberpihakan Jokowi juga terlihat dari perannya membantu pembangunan perluasan Madrasah Mu'allimin Mu'allimaat Yogyakarta di Jalan Wates, Yogyakarta. Menurutnya, kampus sudah tidak bisa menampung lagi siswa sehingga Mu'allimin akan membuka kampus baru untuk pengembangan.

"Ibu Menteri BUMN sudah mengundang para direktur utama, ada BNI, BRI, PLN, mereka sudah mau patungan dan akan dimulai Januari," katanya.

Buya Syafii menuturkan, Muhammadiyah merupakan organisasi kemasyarakatan yang bergerak dalam bidang sosial, pendidikan dan juga kesehatan. Membantu Muhammadiyah berarti negara membantu negara sendiri dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sebab, sudah banyak sekolah yang didirikan Muhammadiyah untuk mencerdaskan umat dan anak bangsa.

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan, Majalengka, Jawa Barat, Maman Imanulhaq menambahkan, Jokowi dalam kepemimpinannya memegang teguh nilai-nilai pesantren. Bahkan, itu sudah dilakukannya sejak menjadi wali kota Solo.

“Jokowi rajin salat, bahkan jadi Imam berjamaah, puasa Senin-Kamis, Tirakat, Ziarah Kubur, menghadiri Maulid dan Haul. Ini semua amaliah khas pesantren yang dilakukan mayoritas umat Islam di Indonesia," ujar Maman Imanulhaq.

(Baca Juga: Jokowi Bicara Pembangunan Infrastruktur di Acara Muallimin-Muallimat Muhammadiyah)

Jokowi dan Iriana

Komitmen Jokowi dalam memperjuangkan kepentingan umat Islam juga bisa dirasakan terutama kaum santri dan pesantren. Menurut Maman, bisa dilihat dari penetapan Hari Santri Nasional, mendirikan 40 bank wakaf mikro, mendorong kerja sama ormas Islam dengan perusahaan besar.

"Jangan pernah meragukan komitmen keislaman Jokowi. Apalagi bersama Cawapres KH. Ma'ruf Amin, pasangan nomor 01 ini akan terus memperjuangkan nilai Islam sebagai spirit transformasi dan perdamaian di semua bidang terutama pendidikan, dakwah, ekonomi dan kesehatan," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini