nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Petugas Gagalkan Penyelundupan Sabu 2 Kg di Dalam Sepatu

Muhamad Rizky, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 13:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 07 337 1988076 petugas-gagalkan-penyelundupan-sabu-2-kg-di-dalam-sepatu-8qoC5AOfng.jpg Petugas gagalkan penyelundupan sabu di dalam sepatu seberat 2 Kg (Foto: Rizky/Okezone)

JAKARTA - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama dengan petugas Bea Cukai berhasil mengungkap penyelundupan narkotika jenis sabu di Bandara Soekarno-Hatta. Barang haram seberat 2 kilogram itu diamankan dari dalam sepatu yang dimodifikasi.

"Kasus pengungkapan narkotika jenis sabu ini adalah hasil ketelitian dan kejelian rekan-rekan bea cukai dalam profiling tersangka. Ada tiga orang penumpang dengan menggunakan airline tertentu menyembunyikan sabu di sepatu," kata Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Krisno Halomoan Siregar di Kantor Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Jumat (7/12/2018).

Penangkapan penyelundupan itu terjadi pada Kamis 8 November 2018. Saat itu ketiga orang tersangka berinisial BA, SU, dan AM yang sudah menjadi target operasi itu tiba di Terminal 1 C Bandara Soetta dan sudah ditunggu. Setelah melewati pintu pintu x-ray petugas kemudian mengamankan para tersangka.

"Sabu oleh BA dimasukkan ke dalam sepatu yang dipakai olehnya masing-masing 300 gram. SU memasukkan ke dalam sandal masing-masing 300 gram, dan AM memasukkan ke dalam sepatu yang dipakai olehnya masing-masing 400 gram," ungkapnya.

Ilustrasi

(Baca Juga: 57 Kg Sabu dan 66 Ribu Ekstasi Dimusnahkan BNN)

Berdasarkan keterangan para tersangka, kata Krisno, rencananya barang haram itu akan dibawa ke Lombok. "Kemudian AM menghubungi DUL untuk menanyakan perintah selanjutnya akan diserahkan kepada siapa narkotika sabut tersebut," paparnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 jo Pasal 132 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancamam pidana mati, pidana seumur hidup atau penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun dan denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar ditambah sepertiga.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini