nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ribuan E-KTP yang Ditemukan di Duren Sawit Sudah Kedaluwarsa

Muhamad Rizky, Jurnalis · Senin 10 Desember 2018 16:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 10 338 1989271 ribuan-e-ktp-yang-ditemukan-di-duren-sawit-sudah-kedaluwarsa-OkfJuZXkJY.jpg Penemuan sekarung e-KTP di Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur (Foto: Ist)

JAKARTA - Polisi memastikan ribuan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) dalam karung yang ditemukan anak-anak di area persawahan di Bojong Rangkong, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur sudah tidak berlaku atau kedaluwarsa.

"Masa berlaku habis semua, 63 di antaranya rusak itu sudah enggak berlaku sudah habis semuanya," ujar Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Yoyon Tony Surya saat dikonfirmasi wartawan, Senin (10/12/2018).

Tony mengatakan, setelah diperiksa e-KTP tersebut ada yang cetakan 2011 yang masa berlakukan habis pada 2016. Ada juga cetakan 2012 yang habis pada 2017, begitu juga dengan cetakan 2013 yang habis pada 2018.

"Karena ini kan sudah kita cek dari alamat yang ditemukan di dalam karung itu, sudah punya KTP seumur hidup semua. Dicek ke rumah betul, oh betul punya saya dulu pak, saya sudah punya e-KTP seumur hidup," terang Tony.

(Baca Juga: Mendagri Laporkan Penemuan Sekarung E-KTP di Duren Sawit ke Bareskrim)

Ribuan E-KTP ditemukan di Duren Sawit

Kendati ia menyayangkan, karena seharusnya e-KTP itu seharusnya dimusnahkan, bukan dibuang. Untuk itu, pihaknya akan menyelidiki siapa pelaku yang membuang barang tersebut.

"Kita cari yang membuang karung itu," tururnya.

Sejauh ini, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi terkait penanganan kasus tersebut. "Sudah 10 saksi yang kita periksa. Saksi yang ada di TKP, warga sekitar TKP, sama Satpel Dukcapil Kelurahan Pondok Kelapa," tukasnya.

Ribuan e-KTP tersebut sudah tak berlaku juga dibenarkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. (Baca Juga: Usut E-KTP Tercecer di Duren Sawit, Polisi Periksa 10 Saksi)

Tjahjo mengaku belum mengetahui motif dari pembuangan e-KTP itu. Namun, dia melihat kasus ini dapat memantik kegaduhan di tahun politik, meski e-KTP yang ditemukan itu sudah kedaluwarsa.

"Kami tunggu hasil penyidikan tuntas dari polisi. Kalau saya melihat ada indikasinya (memantik kegaduhan) ada unsur di sana walau itu e-KTP sudah kedaluwarsa," ujar Mendagri.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini