Dalam kesempatan yang sama, Sahroni juga menekankan kisah klasik iming-iming besar diberikan kepada oknum pegawai yang membantu Napi juga harus menjadi perhatian serius. Moral SDM Lapas ataupun Rutan ditekankannya menjadi kunci pengawasan terhadap napi.

“Iming-iming besar Rp2 miliar disebutkan dijanjikan kepada oknum tersebut. Motif materi besar berulangkali terungkap dalam sejumlah peristiwa upaya pelarian ataupun kemudahan terhadap napi. Harus dicari penyelesaian persoalan mengapa oknum Rutan ataupun Lapas sampai tergoda dengan imbalan besar napi,” tuturnya.
Sahroni menuturkan penerimaan pegawai harus lebih selektif tak hanya berdasarkan kemampuan akademik tapi juga mental yang baik. Ia juga mewanti-wanti Rutan dan Lapas untuk mencari cara juga agar pegawai yang berhubungan dengan narapidana tak berpotensi menciptakan relasi yang berpotensi memberikan bantuan.
(Baca juga: Agar Peristiwa Serupa Tak Terulang, Petugas yang Bantu Napi Rutan Cipinang Kabur Harus Dipecat)
“Misalkan dengan rotasi secara acak sehingga kemungkin komunikasi berpotensi bantuan tak terjadi. Kendala minimnya SDM dengan jumlah napi yang melebihi daya tampung memang menjadi PR yang harus diselesaikan secepatnya,” tukasnya.