JAKARTA - Rencana posko pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pindah ke Jawa Tengah (Jateng) merupakan langkah politik untuk menggenjot suara di daerah lumbung suara Joko Widodo (Jokowi). Selama ini, Jateng merupakan basis PDIP sekaligus lumbung suara Jokowi.
“Rencana pindahnya Posko Prabowo-Sandi ke Jawa Tengah tentu tak bisa dipandang remeh. Sebab, dengan pindahnya posko berarti serangan darat di daerah tersebut akan makin masif, dan potensi membobol lumbung suara Jokowi,” ujar Analis Politik Indostrategi Arif Nurul Imam, Rabu (12/12/2018).
(Baca Juga: Gerindra: Kalau La Nyalla Mengakui Punya Dosa, Ya Bagus)

Menurut Arif, pada Pilpres 2014, Jokowi menang telak dengan selisih suara sekira 6 juta. Karena itu, langkah tim Prabowo bisa dimengerti sebagai upaya merebut suara di kantong Jokowi.
“Salah satu cara menggenjot elektabilitas memang di antaranya harus sering bertatap muka dengan masyarakat. Sehingga pindahnya posko ini juga potensi berdampak terhadap perolehan suara,” katanya.
(Baca Juga: Markas Prabowo-Sandi Pindah ke Solo, PDIP: Pak Djoko Bisa Pulang Kampung)
Dikatakan Arif, Pilkada 2017 lalu, setidaknya bisa menjadi referensi selisih perolehan suara kandidat yang di dukung Jokowi juga hanya selisih 3 juta suara. Artinya, jika ini bisa dikelola dengan memanfaatkan jejaring politik dalam Pilkada 2017 tidak mustahil Prabowo akan melonjak dukungan.
“Timses Jokowi saya kira tak bisa meremehkan terobosan politik ini. Jangan merasa Jateng sudah basis sehingga tidak memberikan respon terhadap strategi Prabowo tersebut,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.