Share

Dua Teknisi Tewas di Stasiun Penelitian AS di Antartika

Indi Safitri , Okezone · Kamis 13 Desember 2018 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 13 18 1990685 dua-teknisi-tewas-di-stasiun-penelitian-as-di-antartika-gPM5f5uJcK.jpg Stasiun penelitian McMurdo, Antartika. (Foto: Reuters)

DUA teknisi yang telah melakukan pemeliharaan di sebuah stasiun penelitian milik Amerika Serikat (AS) di Antartika meninggal pada Rabu, 12 Desember. Yayasan Sains Nasional (NSF) melaporkan , kedua teknisi itu meninggal saat bekerja di sebuah gedung yang menjadi tempat generator pemancar radio terdekat.

Diwartakan Reuters, Kamis (13/12/2018), kedua teknisi bekerja sebagai subkontraktor di Stasiun McMurdo yang dikelola NSF di Antartika. Mereka ditemukan tidak sadarkan diri di lantai gedung setelah pilot helikopter yang terbang di atas area tersebut melihat asap yang muncul dari bangunan tersebut dan mendarat untuk melakukan penyelidikan.

Menurut keterangan dari NSF, salah satu teknisi dinyatakan meninggal oleh petugas medis yang dipanggil ke tempat kejadian, sedangkan yang satunya dinyatakan meninggal beberapa saat setelah diterbangkan ke klinik medis McMurdo.

Mereka disebut sedang melakukan pemeliharaan preventif terhadap sistem pencegah kebakaran gedung sebelum ditemukan. Sampai berita ini diturunkan, belum ada rincian lebih lanjut dan insiden tersebut sedang dalam penyelidikan.

NSF mengatakan tidak merilis informasi pribadi tentang kedua pekerja, kecuali menyebutkan bahwa mereka dipekerjakan oleh perusahaan yang berbasis di Virginia, PAE, yang kemudian dipekerjakan oleh kontraktor logistik Program Antartika AS, Leidos, yang bermarkas di Colorado.

Stasiun penelitian McMurdo didirikan oleh Amerika Serikat pada 1955, terletak di dekat McMurdo Sound Antartika stasiun itu dinamakan berdasarkan seorang perwira angkatan laut Inggris yang merupakan bagian dari ekspedisi yang pertama kali memetakan wilayah tersebut pada 1841.

Pos terdepan dan terbesar di Antartika, terletak di ujung Pulau Ross di wilayah yang diklaim Selandia Baru yang dikenal sebagai tanah jajahan Ross. Insiden tersebut terjadi pada 12 Desember waktu setempat, yang terjadi pada waktu Selandia Baru.

Suhu tertinggi di siang hari pada Desember di tengah musim panas Antartika rata-rata mencapai -3 derajat Celsius. Lebih dari 1.000 orang, termasuk ilmuwan dan personel pendukung, bekerja di stasiun sepanjang tahun.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini