nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peristiwa 16 Desember: Lahirnya AC Milan hingga Revolusi Rumania

Witri Nasuha, Jurnalis · Minggu 16 Desember 2018 11:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 16 337 1991950 peristiwa-16-desember-lahirnya-ac-milan-hingga-revolusi-rumania-p3iQB3eEIg.jpg AC Milan (Laman Resmi AC Milan)

JAKARTA – 16 Desember merupakan hari ke-351 dalam tahun kabisat. 15 hari menuju pergantian tahun ini ternyata menyimpan banyak peristiwa.

Mulai dari dibentuknya klub sepak bola A.C. Milan pada 1899 hingga peringatan HUT Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau Akabri.

Berikut Okezone merangkup beberapa peristiwa dan peringatan hari besar yang terjadi pada 16 Desember yang dihimpun melalui Wikipedia.org pada Minggu (16/12/2018) :

 Baca juga: Peristiwa 14 Desember: Penembakan Tewaskan 20 Anak dan Harga Fantastis Lukisan Mona Lisa

1. A.C. Milan Dibentuk

Associazione Calci Milan atau kerap disebut A.C. Milan merupakan klub sepak bola Italia yang dibentuk pada 16 Desember oleh ekspatriat Inggris, Alfred Edwards dan Herbert Klipin. Klub sepak bola tersukses kedua ini sering dijuluki rossoneri yang berarti ‘merah-hitam’ , pemberian julukan ini karena warna seragam kebanggaan yang dikenakannya saat bertanding di lapangan.

 AC Milan

Dalam perjalannanya Milan telah menjuarai Serie A sebanyak 18 kali dan Piala Italia lima kali. Milan juga termasuk klub paling sukses di dunia sepak bola dalam hal piala internasional bersama dengan Boca Juniors yang meupkan tim sepakbola Argentina yang sering dijuluki Xeneizes. Dalam hal ini, Milan mendapat gelar resmi yang diakui oleh UEFA dan FIFA. Milan telah memenangkan rekor tiga Piala Interkontinal dan setelah penggantinya, yakni Piala Dunia Antarklub FIFA. Tak hanya itu, masih banyak prestasi yang diraih oleh kesebelasan tersukses kedua ini.

2. Pertempuran Bulge

Pertempuran Bulge terjadi pada 16 Desember 1944 hingga 25 Januari 1945 merupakan kampanye perlawanan Jerman Utama yang diluncurkan di wilayah Ardennes, Wallonia di Belgia, Perancis, dan Luxembourg pada Front Barat menjelang akhir Perang Dunia II di Eropa.

 Baca juga: Peristiwa 13 Desember: Deklarasi Djuanda, Hari Nusantara hingga Lahirnya Taylor Swift

Peristiwa ini dicap sebagai pertempuran paling berdarah dan terbesar yang melibatkan Amerika Serikat pada Perang Dunia II. Pasalnya, dalam hal ini pihak Amerika menurunkan 610.000 pria yang terlibat dalam pertempuran tersebut, 89.000 di antaranya menjadi korban, termasuk lebih dari 19.000 orang tewas. Sedangkan, pihak Jerman melibatkan 200.000 pria pada pertempuran tersebut, 68.000 jiwa di antaranya dinyatakan tewas, menghilang, atau mengalami luka-luka.

Melansir dari laman Official webpage of the US Army, pada 16 Desember 1944, dengan serangan musim dingin tentara Jerman melancarkan serangan balasan yang dimaksudkan untuk memotong pasukan Sekutu dengan cara mengubah gelombang perang yang menguntung Hilter. Keberanian dan ketabahan Tentara Amerika diuji terhadap kesulitan besar akan pertempuran ini. Namun demikian,kualitas tanggapannya pada akhirnya berarti kemenangan kebebasan atas tirani.

3. Revolusi Rumania

Desember 1989, menjadi salah satu peristiwa penting bagi bangsa Rumania. Di mana terdapat kerusuhan yang berlangsung selama seminggu pada akhir Desember 1989 dan menumbangkan rezim komunis Nicolae Ceausescu.

Seperti halnya yang dikutip oleh Wikipedia melalui Jeri Laber The Courage of Strangers, Nicolae Ceausescu dihukum mati bersama sang istri, Elena. Di mana pada decade kedua kekuasaan Ceausescu, meningkatnya pemujaan kepribadian dan hubungan yang memburuk dengan negara-negara Barat dan Uni Soviet sehingga rezimnya ini dijatuhkan pada Desember 1989.

 Baca juga: Peristiwa 11 Desember: Terbentuknya UNICEF hingga Pembantaian 1.000 Warga di El Salvador

Pertikaian yang berujung pada kekerasan yang semakin meningkat memuncak dengan pengadilan dan eksekusi terhadap Ceausescu dan Elena. Atas insiden tersebut, Rumania menjadi salah satu negara Blok Timur yang menumbangkan rezim komunisnya dengan kekerasan serta mengeksekusi pemimpinnya.

Kerusuhan yang terjadi atas Revolusi Rumania ini menjatuhkan korban tewas sekira 1.104 , 162 diantaranya tewas saat melakukan protes yang berujung pada penurunan Nicole Ceausescu pada 16 – 22 Desember 1989 silam. Sisanya , menjadi korban saat pertikaian yang terjadi setelah pengambilan kekuasaan oleh struktur politik baru Garda Penyelamatan Nasional. Melansir dari laman Timisiora.com , jumlah korban luka sekira 3.352, 1.107 di antaranya terluka sewaktu Ceausesce masih memegang kekuasaan dan sisanya setelah FSN atau Garda Penyelamatan Nasional mengambil alih kekuasaan.

4. Hari Kemerdekaan Kazakhstan

Pada 16 Desember 1991, negara terluas ke-9 dan terbesar ke-2 di dunia dalam negara pecahan Uni Soviet setelah Rusia, Kazakhstan memproklamasikan kemerdekaannya. Etnik terbesar yang menempati wilayah Kazakhstan ialah Bangsa Kazakh. Bangsa Kazakh merupakan kelompok penutur bahasa Turkik yang mendiami bagian utara Asia Tengah, sebagian besar dijumpai di wilayah Kazakhstan.

Sejak 1920, Kazakhstan dijadikan salah satu dari 15 negara yang tergabung dalam Uni Soviet ketika revolusi komunis menang di Rusia dan berdirinya Uni Soviet. Selama perjalananya, Kazakhstan memisahkan diri dan memerdekakan serta menjadi negara berbentuk Republik seiring bubarnya Uni Soviet.

Kazakhstan memiliki wilayah terbentang dari barisan Pegunungan Altai di timur hingga Laut Kaspia di barat. Kazakhstan sering disebut “Virgin Lands” karena beberapa wilayahnya belum tersentuh sama sekali. Negara ini meiliki keuntungan dari segi geografis sehingga secara geopolitik layak diperhitungkan.

5. Peringatan HUT Akabri

Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau yang disingkat Akabri didirikan pada 16 Desember 1965. Akabri adalah sekolah militer yang alumninya menjadi perwira pertama (Letnan dua). Akabri merupakan integritas dari empat matra, yakni Akademi Angkatan Darat yang terletak di Magelang, Akademi Angkatan Laut di Surabaya, Akademi Angkatan Udara di Yogyakarta, dan Akademi Kepolisian di Semarang.

Dalam perjalanannya , pada April 1999 Akabri bergani nama menjadi Akademi TNI setelah Akpol memishkan diri dari Akabri. Didirikannya organisasi ini didasarkan kepada pengalaman sejarah pada masa lalu, nahwa rivalitas antar Angkatan begitu tinggi dipengaruhi oleh suasana politik saat itu, serta timbulnya berbagai gejolak yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Berdirinya organisasi ini, sejalan dengan upaya integrasi angkatan bersenjata negara – negara lain dalam perwiranya. Pada 5 Juli 1965, dibentuknya kepanitiaan dibawah pimpinan Laksamana Muda OB Syaaf, sebagai proses awal dibentuknya Akabri atau Akademi TNI ini. Dalam kepanitiaan ini, diberikan tugas untuk menyusun dan merencanakan pendidikan Akademi TNI yang terintegrasi dalam satu wadah.

Hingga akhirnya, tepat 16 Desember 1965 dikeluarkannya Surat Keputusan Presiden RI No. 185/Koti/1965 sebagai dasar berdirinya Akademi TNI atau Akabri ini, dan ditetapkan sebagai hari jadi Akademi TNI atau Hut Akabri.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini