
Dalam aksi pengadangan itu mereka membagi peran, diantaranya pelaku AAM bertugas menghentikan laju truk yang ditumpangi korban seraya mengacungkan celurit. Pelaku Riki merampas handphone, MRH dan AM bertugas melempar batu ke arah rombongan korban. ADP menyiramkan air soda keras ke rombongan korban, lalu menyabetkan celuritnya ke tubuh Anwar.
Diungkapkan Ferdy, motif pengadangan oleh pelaku dilatar belakangi oleh dendam yang sebelumnya terjadi. Dimana pada awal November 2018 lalu ada konser musik Iwan Fals di Pondok Cabe, Pamulang. Setelah konser bubar, dalam perjalanan pulang rupanya pelaku berinisial ADP dicegat oleh kelompok yang mengaku dari Fans musik Slankers.
"Beberapa waktu lalu ada konser musik di Pondok Cabe, dihadiri oleh tersangka dan kawan-kawannya. Pulangnya mereka dicegat di tengah jalan, dirampas handphone dan dompetnya, para pencegat mengaku berasal dari kelompok Slankers," tuturnya.
Peristiwa itu, dibalas oleh para pelaku. Hingga terjadilah peristiwa pengadangan pada Minggu 16 Desember 2018, dinihari. Usai menonton konser di lapangan Sunburst, ADP dan pelaku lainnya berkumpul di Jalan Raya Serpong, mereka berencana mencegat rombongan yang menurut mereka adalah bagian dari fans Slankers.
"Mereka berkumpul, dan sasarannya adalah memang sudah diniatkan mencari massa Slankers, dan membalas apa yang dilakukan terhadap pihak tersangka beberapa waktu lalu. Sasarannya mereka mengincar harta benda, handphone maupun dompet para korban. Motifnya memang balas dendam," ungkap Ferdy.