nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Giliran Kulonprogo Musnahkan 25 Ribu e-KTP Invalid

Kuntadi, Jurnalis · Rabu 19 Desember 2018 08:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 19 510 1993219 giliran-kulonprogo-musnahkan-25-ribu-e-ktp-invalid-ckbHaxcCsR.jpg Dukcapil Kulonprogo bakal musnahkan 25 ribu E-KTP Invalid (Foto: Kuntadi/Koran Sindo)

KULONPROGO - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kulonprogo bergerak cepat menindaklanjuti surat edaran Menteri Dalam Negeri untuk melakukan penatausahaan terhadap keping KTP elektronik yang sudah invalid. Setidaknya ada 25 ribu keping E KTP yang akan dimusnahkan.

"Perkiraan kita mendekati 25 ribuan," terang Krpala Disdukcapil Kulonprogo Djulistiyo di kantornya, Rabu (19/12/2018).

KTP invalid ini merupakan KTP yang dikeluarkan sejak 2011 sampai dengan 2018. Invalidnya KTP tersebut lantaran sudah tidak sesuai dengan biodata dari pemiliknya. Mulai ganti status dari belum menikah menjadi menikah atau sebaliknya, pindah domisili, baik antar desa kecamatan atau kabupaten, maupun KTP yang rusak secara fisik dan identitas serta fotonya sudah tidak bisa terbaca.

"Pemusnahan nanti akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama ada 900 yang akan kita musnahkan," jelasnya.

Ilustrasi

(Baca Juga: Mendagri Instruksikan Seminggu ke Depan E-KTP Rusak atau Invalid Sudah Dimusnahkan)

Menurutnya, pemusnahan ini tidak bisa dilakukan dengan serta merta dibakar begitu saja. Namun, mereka harus membuat berita acara dengan data setiap KTP yang dumusnahkan juga dilampirkan by name by address. Hal inilah yang membuat proses pemusnahan harus dilakukan secara bertahap, karena data yang harus disiapkan cukup banyak.

"Jadi tidak hanya jumlahnya saja, harus lengkap by name by dress harus dilakukan pendataan," terangnya.

Tahap awal, KTP el yang akan dimusnahkan merupakan keluaran 2011. Sedangkan jumlah terbanyak diperkirakan dari keluaran 2012.

Sementara, salah seorang warga, Agung Sulistyono mengatakan dirinya terpaksa mengganti KTP el dengan yang baru karena dalam KTP lamanya sudah rusak.

KTP itu disimpan di dalam dompet dan sudah pecah menjadi beberapa bagian. Terpaksa dia mengajukan penggantian ke dinas, agar bisa dipakai untuk kepentingan.

"Ini sudah rusak pecah. Penggantiannya cepat," terangnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini