nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tiga TKI Asal Sultra Diduga Tewas Ditembak di Malaysia

Qur'anul Hidayat, Jurnalis · Kamis 20 Desember 2018 18:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 20 337 1994032 tiga-tki-asal-sulteng-diduga-tewas-ditembak-di-malaysia-q60UzFm7NQ.jpg Ilustrasi.

JAKARTA - Tiga orang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kecamatan Talaga, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara diduga kuat ditembak oleh polisi Malaysia di Pulau Penang karena dianggap ingin melarikan diri saat ditangkap dalam kasus pencurian.

Namun, pihak keluarga tak langsung bisa menerima tudingan tersebut dan mendorong dibentuknya tim pencari fakta (TPF) terkait kasus ini.

Adapun identitas para korban adalah Arifudin dan Saidin, keduanya ditangkap pada 8 November 2018 sekira Pukul 11.00 waktu setempat di sebuah kedai kopi di Pulau Penang. Kemudian Rudianto ditangkap di lokasi berbeda di Pulau Penang, pada 9 November 2018 sekira Pukul 14.00.

Ilustrasi.

Perwakilan keluarga korban, Laode Sahrun usai mengadukan persoalan ini ke Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Kamis (20/12/2018) kepada Okezone mengatakan, awalnya pihak keluarga korban di Penang menelefon dan memberi kabar soal kejadian ini.

Ketiga korban yang bekerja sebagai buruh bangunan di Malaysia dijemput di dua tempat berbeda. Setelah dua pekan dijemput polisi setempat, keluarga korban mendengar kabar jika ketiganya sudah tewas ditembak di Pulau Penang dengan tuduhan coba melarikan diri.

(Baca juga: Kisah Khoyum Pilih Dagang Ayam Geprek di Tol Trans Jawa Ketimbang Kembali Jadi TKI)

"Saya langsung ditelefon kerabat korban di Malaysia. Saya kaget dan sebagai wakil rakyat, saya langsung berangkat ke Jakarta untuk melaporkan masalah ini dan meminta penjelasan dari pihak Kemenlu," ujar Laode yang merupakan Anggota DPRD Baubau.

Menurutnya pihak Kemenlu mengakui sudah mendapatkan kabar soal kasus ini sejak 24 November 2018 dari Kedutaan Besar RI di Malaysia.

"Olehnya itu saya datang jauh-jauh ke sini sekaligus meminta klarifikasi ke pihak Kemenlu. Ini soal nyawa TKI kita. Masa tidak ada tindak lanjut. Kerabat yang di Malaysia siap datang ke Indonesia jika memang dibutuhkan sebagai saksi," ungkapnya di iNews Tower, Jakarta.

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar pemerintah membentuk TPF guna menginvestigasi kasus ini. "Ini tidak bisa dibiarkan dan Kemenlu jangan hanya mendengarkan dan menerima info dari pihak kopolisian Malaysia tetapi keluarga korban juga harus didengarkan," tegasnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini