nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dokter Bagoes Saksi Kunci Korupsi P2SEM Jatim Meninggal di Penjara

Nurul Arifin, Jurnalis · Kamis 20 Desember 2018 16:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 20 519 1993964 dokter-bagoes-saksi-kunci-korupsi-p2sem-jatim-meninggal-di-penjara-8bnn9lIGUz.jpg Dokter Bagoes, saksi kunci kasus P2SEM, meninggal di dalam penjara. (Foto : Aini Lestari/Sindo/Dok)

SURABAYA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur sedang mengusut tuntas kasus korupsi berjamaah dana hibah Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM). Namun, dokter Bagoes Soetjibto saksi kunci korupsi berjamaah tersebut meninggal dunia di Lapas Kelas I Surabaya, Porong, Sidoarjo.

Kasus P2SEM ini dibuka lagi oleh pihak kejaksaan setelah dokter Bagoes ditangkap di Malaysia akhir 2017. Dokter Bagoes ditetapkan sebagai tersangka pada 2010 silam dan menjadi buron. Asisten Pidana Khusus Kejati Jatim, Didik Farkhan Alisyahdi, membenarkan Dokter Bagoes meninggal dunia di Lapas Porong pada Kamis (20/12/2018) pagi tadi. Dia mengaku belum tahu apa penyebab saksi kunci kasus P2SEM itu meninggal dunia.

"Kalau penyebabnya apa mungkin ditanya saja ke pihak lapas," katanya saat dikonfirmasi wartawan.

Mengenai penyidikan kasus P2SEM selepas dokter Bagoes meninggal, pihaknya masih melihat dari hasil perkembangan. "Kita lihat perkembangannya nanti," ujar Didik, Kamis (20/12/2018).

Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum meninggal, dokter Bagoes sempat membantu di Poliklinik dalam Lapas Kelas I Surabaya, prorong. Sekira pukul 23.30 WIB, dokter Bagoes masuk ke ruangan blok G.I kamar 4 yang ditempatinya.

Dokter Bagoes, saksi kunci korupsi P2SEM Jatim, semasa hidup. (Aini Lestari/Sindo)

Selanjutnya, pada Kamis (20/12/2018) sekitar pukul 06.00 WIB, salah satu narapidana bernama Yuda membangunkan dokter Baoes. Namun, tubuh korban tampak kaku. Saat itu juga Yuda menggedor-gedor pintu kamar III memanggil Priyono dan sempat memeriksa denyut nadi dokter bagoes.

Dengan bantuan petugas lapas, ia langsung di bawa ke RS Pusdik Sabhara Porong. Di sana dokter Bagoes dipastikan meninggal dunia.

Dokter Bagoes diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda bekas penganiayaan/kekerasan. Pihak keluarga korban menerima kematian korban karena musibah takdir Tuhan dan keluarga korban menolak dilakukan autopsi mayat dan dikuatkan dengan surat pernyataan keluarga korban.

(Baca Juga : 7 Tahun Jadi Buronan Kejagung Korupsi Dana P2SEM, Bagoes Soetjipto Ditangkap di Malaysia)

Sekadar diketahui, dana bantuan atau hibah P2SEM merupakan bantuan dari Pemprov Jatim pada 2008 silam kepada kelompok masyarakat (Pokmas) senilai Rp200 miliar. Ratusan Pokmas di seluruh Jatim sudah menerima itu, dengan rekomendasi dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mengendus peruntukan dana hibah P2SEM tidak sesuai. Tahun 2009, Kejaksaan mengusut kasus ini. Puluhan penerima hibah pun sudah dipidana. Terpidana paling kakap yang menjadi pesakitan ialah Ketua DPRD Jatim saat itu, almarhum Fathorrasjid. Karena buron, Dokter Bagoes disidang in absentia atau tanpa kehadiran terdakwa. Dia divonis bersalah.

(Baca Juga : Selama Buron Kasus Korupsi Dana P2SEM, Bagoes Soetjipto Bekerja di Malaysia)

Kasus itu dinilai publik belum tuntas. Banyak pihak terlibat dinilai belum terjamah hukum. Dokter Bagoes dianggap saksi kunci. Karena itu, begitu tertangkap, Kejati Jatim membuka lagi kasus tersebut. Kejaksaan menyatakan, beberapa nama muncul dari bibir Dokter Bagoes. Kasus ini sudah masuk tahap penyidikan, tapi belum ada tersangka.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini