Ketika Penganut Kristen Melarang Perayaan Natal

Agregasi BBC Indonesia, · Jum'at 21 Desember 2018 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 21 18 1994335 ketika-penganut-kristen-melarang-perayaan-natal-X8E2D7t9ux.jpg Kaum Kristen Puritan Inggris di Abad ke-14. (Foto: Universal History Archive)

Ritual penyembah berhala

Yang kita tahu, kebiasaan berpesta pada akhir Desember sudah dimulai sejak masa Romawi sebagai tradisi kaum pagan yang menyembah berhala.

Pesta itu sejatinya merupakan festival perayaan panen. Pada masa itu semua orang saling memberi kado, menghiasi rumah dengan karangan bunga, menyediakan makanan dan minuman yang melimpah, serta banyak minum.

Menurut seorang sejarawan bernama Simon Sebag Montefiore, penganut Kristen mula-mula harus bersaing dengan tradisi kaum pagan pada tingkat sosial.

Orang-orang Romawi meninggalkan tradisi paganisme dan memeluk agama Kristen. Namun, pada masa transisi ini, kalender agama Kristen mencocokkan kalender kaum pagan.

Ada suatu masa, orang-orang Romawi berpesta dalam kedua tradisi. Kemudian, pada awal abad ke-4, ritual pagan dan Kristen saling berdampingan selama 14 hari pada bulan Desember.

Tapi hal ini bukannya tanpa bentrokan.

Yang menang dan yang kalah

'Pertempuran' tradisi antara penganut pagan dan Kristen akhirnya dimenangi kaum Kristen.

Tapi benarkah demikian?

Pada abad ke-17, 'pertempuran' ini kembali meletup. Kaum Kristen Puritan berupaya memusnahkan perayaan Natal yang mereka anggap sebagai tradisi pagan.

Hasilnya, coba tengok perayaan Natal di sekeliling Anda. Kaum Kristen Puritan jelas kalah.

Dengan demikian, selagi pemeluk Kristen di seluruh dunia sedang bersantap di samping pohon Natal, perayaan mereka mungkin sudah berlangsung lebih dari 2.000 tahun lalu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini