nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rukunnya Kampung Bangetayu, Ibu-Ibu Pengajian Masak Hidangan Natal di Rumah Pendeta

Taufik Budi, Jurnalis · Selasa 25 Desember 2018 15:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 25 512 1995774 rukunnya-kampung-bangetayu-ibu-ibu-pengajian-masak-hidangan-natal-di-rumah-pendeta-JjeZxYAduf.jpg Warga Bangetayu, Semarang, Jateng, saling membantu saat perayaan Natal. Foto: Okezone/Taufik Budi

SEMARANG - Rukun. Satu kata itu yang cukup untuk menggambarkan perayaan Natal tahun ini di Jawa Tengah, Selasa (25/12/2018). Dari ibu-ibu sekampung yang membantu masak sekaligus menyajikan sampai para pemuda yang menyiapkan acara meski mereka tidak beragama Katolik maupun Kristen dan bukan dari Jawa Tengah.

Primawanti, misalnya, warga kampung di RT 7/1 Kelurahan Bangetayu Wetan, Kota Semarang. Dia bersama ibu-ibu anggota pengajian kampung tersebut bahu-membahu membantu Pendeta Eka Laksa menyiapkan perayaan Natal di kediamannya dari memasak, menyajikan hidangan, hingga menata kursi.

"Ya karena saudara jadi harus bantu. Kami bersaudara meski bukan saudara kandung. Karena tetangga kan akhirnya jadi saudara. Bahkan kami manggil beliau (Pendeta Eka Laksa) tidak pernah dengan sebutan nama, tapi Pak Dhe sama Bu Dhe," katanya.

Foto/Okezone 

Pemandangan wanita-wanita berhijab dan pria berpeci di kediaman Pendeta Eka Laksa saat perayaan Natal memang hal yang lumrah. Prima mengatakan sudah belasan tahun hal tersebut diamalkan warga Bangetayu. Mereka tidak mempersoalkan agama yang dianut berbeda, namun laku persaudaraan yang mereka pilih untuk dikedepankan.

"Saat halal bihalal setelah Idul Fitri, kami kebingungan tempat untuk ngumpul, akhirnya Pak Dhe (pendeta Eka Laksa) menawarkan kediamannya. Ya OK saja," tukasnya.

Baca: 7 Tradisi Perayaan Natal di Indonesia, dari Bakar Batu hingga Wayangan 

Baca: Pesan Natal Paus Fransiskus : Ingatlah Kaum Miskin dan Hindari Materialisme

Karena pengertian yang lahir dari persaudaraan itulah, mereka membantu hanya dalam acara silaturahmi bukan saat upacara keagamaan. Hal tersebut juga tampak di kediaman Romo Mgr Robertus Rubiyatmoko, Uskup Keuskupan Agung Semarang. Sejumlah pemuda datang dari berbagai daerah, mereka diajak Romo Rubiyatmoko menyambut kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beserta Forkopimda dan FKUB.

"Tadi ada puluhan anak dari Yogyakarta bermain biola dan pemuda-pemuda dari Flores menyanyikan lagu O Bela, yang berarti lagu sambutan untuk tamu-tamu agung," kata Ria Qwinta, salah satu penanggung jawab acara seni perayaan Natal di Keuskupan Agung Semarang.

Foto/Okezone

Sebagaimana perayaan Natal tahun-tahun sebelumnya, Ganjar Pranowo bersama Pangdam IV Diponegoro, Mayjend Mochamad Effendi, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Sekda Jateng Sri Puryono beserta Forkopimda dan FKUB Jawa Tengah melakukan anjangsana ke kediaman pemuka agama Katolik dan Kristen.

Bertolak dari Puri Gedeh, Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah, kunjungan pertama Ganjar dan rombongan menyambangi kediaman Romo Mgr Robertus Rubiyatmoko di Keuskupan Agung Semarang berlanjut ke kediaman Pendeta Emeritus Eka Lasa Purwibawa di Bangetayu.

"Semua adem, seadem hujan rintik-rintik tadi pagi. Inilah tradisi untuk merawat Bhinneka Tunggal Ika yang terus kita dengungkan dari Jawa Tengah. Inilah suasana yang mesti kita rawat terus menerus. Bahwa praktik Pancasila, nilai-nilai Pancasila praktik Bhinneka Tunggal Ika itu berjalan di sini. Faktanya ada, buktinya ada, orang semua bisa melihat secara visual dan inilah yang mesti kita tularkan ke tempat lain," kata Ganjar.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini