nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sangar saat Beraksi, Bandit Motor Ini Meringis di Kantor Polisi

Sindonews, Jurnalis · Kamis 27 Desember 2018 01:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 26 610 1996366 sangar-saat-beraksi-bandit-motor-ini-meringis-di-kantor-polisi-I8SWpqezW5.JPG Bandit motor diringkus polisi usai beraksi di Palembang (Foto: Sindonews)

PALEMBANG - Seorang bandit sepeda motor, Firli Septian alias Piton (28) hanya bisa meringis kesakitan setelah tertembus timah panas anggota Reskrim Polsek Ilir Barat I Palembang, Sumatera Selatan. Ia diringkus lantaran merampas motor milik Jupri Ariyadi di Jalan Radial, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I pada Rabu 19 Desember 2018 silam.

Modus yang digunakan pelaku yakni datang secara tiba-tiba saat korban berhenti. Pelaku langsung menempelkan parang ke leher korbannya dan langsung merampas motornya. Korban sempat berontak hingga parangnya berhasil direbut korban. Namun apes, pelaku tetap berhasil membawa kabur motor Honda Beat dengan nomor polisi BG 4856 JAQ.

Kapolsek Ilir Barat, I Kompol Masnoni menjelaskan, pelaku memang sudah meresahkan warga sekitar Cinde karena sering membuat onar dengan mencuri.

"Saat itu korban sedang di atas motornya, pelaku datang dari belakang langsung mengalungkan parang ke leher korban, namun korban berontak dan berhasil merebut senjata dari tangan pelaku namun pelaku berhasil mengambil motor korban," ujarnya, di Mapolsek Ilir Barat I, Palembang, Rabu (26/12/2018).

Ilustrasi Begal

Sepeda motor korban lalu dijual ke penadah seharga Rp3 juta. Sementara uangnya sebagian dibelikan handphone oleh pelaku dan sisanya sudah habis digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-sehari.

Sementara itu, Firli mengaku saat itu ia sedang ribut dengan seseorang di lokasi kejadian. Saat itu kebetulan korban berada di atas motor langsung saja pelaku naik minta diantar ke kawasan Cinde, namun saat itu korban diancam dengan parang.

"Ya waktu itu saya hendak ribut ngambil jatah parkir di situ (TKP), korban duduk di motornya langsung saja saya minta antar ke Cinde tapi dia berontak sehingga aku ancam dia, tapi dia berhasil ngambil parang aku, tapi motornya ditinggalkannya," ujar Firli.

"Motornya kujual tiga juta di Tangga Buntung, duitnya kubelikan handphone dan untuk kebutuhan sehari-sehari," katanya lagi.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini