Juru bicara Melania Trump juga mengonfirmasi terjadinya perjalanan itu dengan menyebutnya sebagai “kunjungan kejutan terhadap pasukan pemberani AS yang saat ini ditempatkan di Irak.”
Perjalanan kepresidenan untuk meningkatkan moral pasukan di luar negeri telah menjadi tradisi yang telah berlangsung lama dalam tahun-tahun perang setelah serangan teroris 11 September 2001.
BACA JUGA: Trump Rencanakan Penarikan 5.000 Pasukan AS dari Afghanistan
Trump diperkirakan akan menggunakan perjalanan ke Irak untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai keputusannya mengakhiri penempatan pasukan AS di Suriah dan mengurangi pasukan di Afghanistan.
Trump menyebut perubahan kebijakan tersebut sebagai “jalan keluar dari perang” di mana AS tidak lagi perlu menghabiskan dana dan nyawa pasukan AS. Namun, langkah Trump tersebut telah menimbulkan kecemasan di antara para sekutu AS.
(Rahman Asmardika)