nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reot, Kakek Agus Butuh Bantuan

Abimayu, Jurnalis · Kamis 27 Desember 2018 21:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 27 340 1996823 hidup-sebatang-kara-di-gubuk-reot-kakek-agus-butuh-bantuan-oYippWOYFr.jpg Kakek Agus saat digubuknya (foto: ist)

MERANGIN - Hidup di bawah garis kemiskinan dan tinggal sebatang kara di pondok yang tak di huni orang lain di Perkebunan Kelapa Sawit milik orang, inilah nasib yang dialami Agus kakek berusia 80 tahun, warga Desa Kungkai, Kecamatan Bangko kabupaten Merangin, Jambi, mirisnya lagi saat ini kondisi kakek ini sedang sakit-sakitan dan butuh bantuan.

Saat media ini menyambangi kediamannya kakek renta ini, sungguh tragis nasib yang dialaminya bagaimana tidak di sisa hidupnya dia hidup sebatang kara tanpa sanak famili dan tinggal di pondok kosong milik warga di lahan perkebunan sawit bahkan tanpa satu pun tetangga.

Lebih tragisnya lagi, kakek ini makan hanya berharap dari pemberian orang dan jika tidak ada yang memberikan makanan kakek tersebut harus menahan lapar sampai ada yang memberinya makanan, hal ini dikarenakan kakek ini sudah tidak sanggup lagi bekerja untuk mencari nafkah hidupnya.

 (Baca juga: Jokowi Ingin Seluruh Keluarga Miskin Menerima PKH pada 2020)

Saat ini, kakek renta ini sangat membutuhkan sekali uluran tangan warga juga perhatian pemerintah setempat dan pemerintah daerah.

Menurut Agus, ia pernah mendatangi kepala desa untuk minta diuruskan kartu tanda penduduk dan kartu sehat untuknya agar bisa berobat namun sampai sekarang tak kunjung dibuatkan oleh pemerintah desa setempat.

"Ya, saya sudah dua kali nemui kepala desa namun hingga saat ini tidak ada tindak lanjutnya" kata Agus lirih.

 (Baca juga: SBY: Saya Percaya Angka Kemiskinan Sekarang 26 Juta Jiwa)

Ia juga berharap sekali ada tangan-tangan dermawan bisa membantunya untuk mengobati sakit yang di deritanya demi kelangsungan hidupnya saat ini.

"Saat ini saya hanya mengandalkan belas bantuan dari warga, ya kalau tidak ada yang memberi makan saya tahan rasa lapar ini. Sebab saya juga sudah tidak kuat lagi bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup saya," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini