nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekstasi Berbentuk Panda Beredar di Makassar Jelang Tahun Baru

Herman Amiruddin, Jurnalis · Jum'at 28 Desember 2018 04:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 28 609 1996900 ekstasi-berbentuk-panda-beredar-di-makassar-jelang-tahun-baru-8LUr5jdCfq.JPG Ekstasi berbentuk panda beredar di Makassar jelang tahun baru (Foto: Herman Amiruddin/Okezone)

MAKASSAR - Warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan digegerkan dengan beredarnya ratusan butir ekstasi warna hijau berbentuk boneka panda. Aparat Polrestabes Makassar yang berhasil mengendusnya langsung menyita 112 butir ekstasi berbentuk unik tersebut.

Pemilik barang haram itu diketahui adalah pasangan suami istri (pasutri) yaitu Ardiansyah Asba alias Dias (26) dan istri, Hilda Amalia Keyn (30). Keduanya ditangkap sebuah rumah kost di Mirah Seruni, Panakkukang, Makassar pada Rabu 27 Desember 2018.

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika mengatakan, pasutri ini ditangkap memiliki narkoba jenis ekstasi dari hasil pengembangan kasus sebelumnya. Di mana polisi lebih dulu meringkus pengedar sabu atas nama Andi Pangerang Anwar ditangkap dalam peredaran narkoba sabu di wilayah Sudiang.

"Dia ditangkap di Sudiang dengan barang bukti empat sachet sabu dan alat isap sabu dan beberapa plastik kosong yang digunakan transaksi sabu sabu. Dari situ dikembangkan," kata Kompol Diari kepada Okezone, Kamis 27 Desember 2018.

Kemudian lanjutnya, dari hasil pengembangan ini didapatlah Ardiansyah bersama istrinya di rumah kost di Jalan Mirah Seruni, Panakkukang Makassar. "Jadi barang bukti sabu dia yang punya. Kemudian digeledah ada ekstasi ditemukan 112 butir dan ada timbangan," paparnya.

Ekstasi

Selain menemukan 112 butir ekstasi berbentuk panda, penyidik juga mengamankan alat isap sabu (bong), pirex, timbangan digital dan bukti lainnya. "Dia ini perannya menyimpan saja. Tapi nanti kita dalami untuk bandar didapat pengedar sebelumnya," kata dia.

Di hari yang sama, Sat Resnarkoba Polrestabes Makassar kembali mengungkap peredaran ekstasi dan ganja di Jalan Anggrek, Makassar. Dari pengungkapan itu polisi menangkap Aksan dan Suwandi pemilik narkotika tersebut.

"Untuk pasal yang dikenakan Pasal 112 dan Pasal 114 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman 2 tahun penjara," tuntasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini