HANYA dalam hitungan hari kita akan meninggalkan tahun 2018 dan bersiap menyambut tahun baru 2019. Bagi orang Indonesia, merayakan tahun baru kerap dilakukan dengan berbagai kegiatan meriah.
Tak hanya itu, beragam atribut seperti petasan maupun terompet semakin menambah kemeriahan malam pergantian tahun yang sudah berlangsung secara turun temurun di Indonesia.
Sebut saja tradisi pesta kembang api, pawai/konvoi, begadang bakar sate, hingga menonton konser musik merupakan kegiatan yang seolah wajib diikuti. Namun, di balik kemeriahan itu, malam pergantian tahun kerap menimbulkan masalah.
Sebut saja kecelakaan lalu lintas saat pawai malam tahun baru, insiden yang diakibatkan oleh petasan, hingga persoalan sampah yang menumpuk seusai acara konser malam pergantian tahun.
Seorang warga bernama Ibnu warga Jalan Urip Sumoharjo Makassar mengatakan malam pergantian tahun baru momentum sekali setahun, momen yang ditunggu-ditunggu masyarakat.
"Khsusunya kita ini milenial. Pesta kembang api, nonton musik dan semcamnya menjadi hal biasa, kita lalukan itu asal tertib, tidak mengangu orang lain, dan tidak menimbulkan keributan," kata Ibnu saat diwawancara Okezone.
Menurutnya, yang penting kegiatan pada malam tahun baru diisi dengan hal yang postif. "Jadi hal biasa kalau mau dilakukan. Toh tidak ke hal-hal negatif seperti sex dan narkoba," ungkapnya.
Sementara Haeril Amir mengaku perayaan tahun baru di dunia bahkan di Indonesia sudah menjadi budaya bagi banyak orang. Mereka biasanya menghabiskan malam dengan pesta kembang api, nonton konser, kumpul dengan keluarga bahkan konvoi dijalanan.

Mereka menghabiskan pergantian malam dengan cara unik masing masing. "Ada yang positif tapi kebanyakan sih negatif. Bagi saya pribadi perayaan tahun baru bukan ajang untuk hura-hura bahkan konvoi dijalan yang bisa saja membahayakan diri sendiri dan orang lain tapi namanya juga generasi milennial, mungkin saja lagi khilaf dan berpikiran tahun sudah berakhir jadi saatnya berpesta hehe," kata Haeril
Tahun baru menurut Haeril lebih ke arah refleksi, yakni berusaha memperbaiki diri di tahun yang akan datang dan mengubur kenangan masa lalu bagi yang punya.
"Saya kira berkumpul dengan keluarga pada saat tahun baru adalah momen yang dirindukan. Misalnya saja sambil menikmati sate ayam, kayaknya itu bisa dijadikan resep santapan yang recommended. Selain murah suasana kebersamaanya didapat. Hehe," lanjutnya
Berbeda lagi dengan seorang mahasiswi Universitas Fajar (Unifa) Makassar, Widyaningsih. Ia mengatakan begadang menyambut tahun baru, seperti kumpul bersama keluarga dan teman-teman sambil bakar ikan dan menyaksikan langsung pergantian tahun itu ada rasa tersendirinya.
"Seperti akan memulai hari yang baru dan juga meninggalkan hal-hal buruk. Kemudian, akan ada resolusi-resolusi baru yang ingin untuk di capai dengan perasaan yang exited dan menyenangkan," ungkap Widyaningsih kepada Okezone di temui di Warkop Siama Makassar.