4. Dimonim Air PK-HVQ, 11 Agustus 2018
Pesawat udara milik maskapai Caravan Dimonim Air bernomor seri PK-HVQ dikabarkan hilang kontak dalam perjalanan dari Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel menuju Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pada Sabtu, 11 Agustus 2018.
Pesawat yang membawa 9 orang penumpang yang terdiri dari pilot, kopilot, dan 7 orang lainnya itu dinyatakan hilang kontak sekira pukul 05.50 WIT di sekitar area Oksibil.
Baca juga: Pesawat Jatuh di Papua Ditemukan Berkat Dentuman Keras yang Didengar Warga
Pesawat yang dipiloti Leslie Sevuve dan kopilot Wayan Sugiarto itu ditemukan jatuh di sekitar Gunung Menuk, Bintang, Papua, oleh Tim SAR gabungan pada Minggu,12 Agustus 2018. Sebelumnya yang pertama kali menemukan lokasi jatuhnya pesawat Dimonim Air PK-HVQ itu adalah warga masyarakat Oksibil sebab mendengar adanya bunyi dentuman keras, pada Sabtu 11 Agustus 2018.
Pesawat perintis itu menewaskan delapan dari sembilan orang dalam pesawat, termasuk pilot dan kopilot. Ajaibnya, seorang penumpang bocah bernama Jumaidi berusia 12 tahun itu ditemukan masih hidup oleh Tim SAR gabungan pada Minggu, 12 Agustus 2018, sekira pukul 09.00 WIT. Saat itu juga Jumaidi langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Papua untuk mendapatkan perawatan intensif.

5. Lion Air JT 610, 29 Oktober 2018
Pesawat milik maskapai Lion Air yang hendak terbang ke Pangkalpinang dari Bandar Udara Soekarno Hatta Banten hilang kontak pada Senin, 29 Oktober 2018, sekira pukul 06.20 WIB.
Pesawat type B737-8 Max dengan kode penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang itu terjatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat, di kedalaman laut 30 sampai 35 meter. Insiden tersebut menewaskan seluruh penumpang pesawat yang terdiri dari 179 penumpang dewasa, 1 anak-anak dan 2 bayi, serta 7 awak pesawat.
Baca juga: Keluarga Co-Pilot Lion Air JT610 Gugat Perusahaan Boeing
Sebelumnya pilot pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP itu sempat meminta untuk kembali ke Bandar Udara Soekarno Hatta Banten, diduga adanya kerusakan mesin pesawat hingga bocornya tangki bensin. Namun, pesawat tak kunjung tiba di bandar udara yang terletak di Tangerang, Banten itu, hingga akhirnya pesawat hilang kontak pada koordinat 05 46.15 S - 107 07.16 E.
Belum diketahui apa penyebab pesawat ini terjatuh, namun dapat dipastikan sinyal dari Emergency Local Transmitter (ELT) pada pesawat tersebut tidak memancarkan sinyal destress. Sehingga jatuhnya pesawat tersebut tidak terpantau oleh Medium Earth Orbital Local User Terminal (MEO LUT) yang ada di kantor pusat Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
(Fakhri Rezy)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.