nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kesaksian Warga: Puting Beliung Cirebon Sangat Mengerikan

Antara, Jurnalis · Senin 31 Desember 2018 21:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 31 525 1998345 kesaksian-warga-puting-beliung-cirebon-sangat-mengerikan-AuCdKdtxr3.jpg Puting beliung terjang Cirebon, bangunan porak-poranda (Foto: Okezone)

CIREBON - Angin puting beliung di Desa Panguragan Kulon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat yang mengakibatkan seorang balita meninggal dunia dan belasan lainnya luka disebut warga sangat mengerikan.

Seorang saksi mata, Arkom (37) di Cirebon, menceritakan, bencana angin puting beliung yang berputar-putar menerjang kampung halamannya.

"Sekitar 20 menit angin berputar-putar, saya beserta keluarga langsung keluar rumah menyelamatkan diri," ujarnya sebagaimana dilansir dari Antaranews.com, Senin (31/12/2018).

Puting beliung terjang Cirebon

(Baca Juga: Cirebon Diterjang Puting Beliung, 1 Orang Balita Tewas hingga 165 Bangunan Hancur)

Ia mengatakan, angin puting beliung itu merusak dan menerbangkan atap rumah miliknya. Bahkan, dirinya harus berpegangan kuat, agar tidak terbawa.

"Kami langsung mencari benda untuk berpegangan, karena anginnya kencang," lanjutnya.

Warga lain, Suwarti (31) mengaku merinding saat melihat amukan puting beliung menyapu tumpukan botol beling di sekitar rumahnya dari arah Barat menuju Timur. Ia melihat botol beling mulai naik ke atas mengikuti pusaran angin, termasuk genting rumahnya yang juga ikut berterbangan tersapu angin.

"Waktu kejadian saya kebetulan ada di luar rumah, sehingga melihat dengan jelas amukan angin puting beliung," katanya.

(Baca Juga: Video Detik-Detik Puting Beliung di Cirebon Terbangkan Atap Rumah Warga)

Ia menambahkan, suasana makin mencekam saat warga berhamburan keluar dan berteriak minta tolong. Suara azan pun saat itu berkumandang di mana-mana.

Kemudian puting beliung semakin besar dan memaksanya beserta keluarga mengungsi di musala dan kemudian bergeser ke Masjid Panguragan yang berada di dekat Balai Desa Panguragan Kulon karena lebih besar dan kokoh.

"Banyak yang menangis menyebut nama Allah. Alhamdulillah kami selamat," katanya lagi.

Koordinator Lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Faozan menyebut, 165 rumah milik warga, satu bangunan sekolah dan dua musala juga rusak akibat angin tersebut.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini