Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ogah Tes Baca Alquran, PSI Sebut Kubu Prabowo Kena Batunya Sendiri

Fahreza Rizky , Jurnalis-Senin, 31 Desember 2018 |10:35 WIB
 <i>Ogah</i> Tes Baca Alquran, PSI Sebut Kubu Prabowo Kena Batunya Sendiri
Foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi menilai, kubu Prabowo-Sandi sedang repot menghindari tantangan tes baca Alquran yang ditawarkan Dewan Ikatan DAI Aceh. Pasalnya, paslon oposisi diidentikan mewakili kelompok Islam, tapi tidak bersedia dites membaca kitab suci.

Namun demikian, Uki-sapaan akrabnya, menilai tes membaca Alquran tidak relevan dalam proses pemilihan Calon Presiden dan Wakil Presiden. Sebab, partainya sejak awal berpendirian bahwa ibadah adalah ranah personal, bukan untuk dipertontonkan sebagai alat dan syarat meraih suara.

"PSI tetap konsisten bahwa tes membaca kitab suci agama apapun tidak relevan karena itu tidak termaktub di dalam konstitusi kita. Capres diharapkan membaca dan paham ayat-ayat konstitusi bukan ayat-ayat suci. Sedangkan agama adalah ranah personal, jauh lebih mulia dari sekadar alat meraih suara." kata Uki lewat keterangan tertulis yang diterima Okezone, Senin (31/12/2018).

 (Baca juga: Siap Tes Baca Alquran, TKN Jokowi Tak Ingin Dianggap Tarik Agama dalam Politik)

jokowi

Uki menganggap ritme permainan politik identitas yang diterapkan BPN Prabowo-Sandiaga kini berbalik menyudutkan Paslon tersebut. Ia menyindir beberapa pernyataan tim BPN yang bernuansa politisasi agama, diantaranya adalah yang diucapkan politisi senior PAN, Amien Rais.

"Masih segar rasanya ketika Pak Amien mengelompokkan koalisi partai politik dengan sebutan partai Allah dan partai setan. Juga beliau menganalogikan pilpres ini dengan perang agama, yakni perang badar dan perang uhud. Apalagi kalau kita bicara soal Capres Cawapres pilihan Ijtima Ulama yang seolah mewakili pilihan agama tertentu," ujarnya.

"Seolah-olah barisan mereka adalah barisan Tuhan, dan lawan politik mereka adalah musuh Tuhan. Seolah-olah siapapun yang berseberangan pilihan politik dengan mereka maka akan mendapat ganjaran neraka. Tuhan jauh lebih mulia daripada sekadar juru kampanye mereka. Sekarang mereka kena batunya dan kelimpungan sendiri menghindari tantangan baca Alquran dari ulama Aceh. Publik bertanya-tanya kenapa calon yang katanya mewakili Islam baca Alquran saja takut." sambung Uki.

 (Baca juga: Soal Tes Baca Alquran, Sandiaga Ikuti Arahan KPU)

Dia menambahkan, kalaupun Prabowo tidak bisa baca Alquran, itu tidak membatalkan pencalonannya sebagai capres.

"Di negara Pancasila ini tidak ada kewajiban calon presiden bisa baca ayat-ayat Alquran. Yang penting paham ayat-ayat konstitusi, punya visi, misi dan program kongkret untuk rakyat. Ini yang tidak dimiliki Pak Prabowo," imbuh dia.

 joko

Diwartakan sebelumnya, Juru Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Sodik Mudjahid menilai tes baca tulis Alquran tak perlu dilakukan oleh kedua paslon capres-cawapres. Menurut BPN, yang lebih penting ialah pengamalan nilai kitab suci dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dewan Ikatan DAI Aceh mengusulkan adanya tes baca Alquran bagi kedua paslon. Mereka mengundang Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga untuk hadir baca Alquran di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada 15 Januari 2019.

Usulan dari Dewan Ikatan DAI Aceh tersebut bertujuan untuk mengakhiri polemik keislaman Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga. Selain itu, tes Alquran juga dinilai untuk meminimalkan politik identitas yang sudah terlanjur dilakukan oleh pendukung kedua pasangan calon.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement