Sambung Hidup lewat Belas Kasih, Lelaki Tua Ini Hidup Sebatang Kara di Pengunungan Nias

Robert Fernando H Siregar, Okezone · Rabu 02 Januari 2019 16:17 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 02 608 1999038 sambung-hidup-lewat-belas-kasih-lelaki-tua-ini-hidup-sebatang-kara-di-pengunungan-nias-5ZdTKioAPl.jpg Lelaki Tua hidup di Pegunungan (Foto: Robert/Okezone)

NIAS – Faigi Dosi Ndruru (82), lelaki tua yang sudah berusia senja dan hidup sebatang kara di pengunungan di Desa Maliwa'a, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara, membutuhkan bantuan. Di usianya yang uzur untuk menyambung hidupnya, terkadang mendapat bantuan atau belas kasihan penduduk Desa.

Aktivis Pemberdayaan dan bekerja sebagai Pendamping Lokal Desa (PLD), Onlihu Ndraha, warga Desa Tagaule, Kecamatan Bawolato, Nias menerangkan, lelaki tua beenama Faigi Dosi Ndruru itu hidup sebatang kara dari tahun 2005-an setelah memilih pisah dari saudaranya di Desa Maliwa'a serta mendirikan gubuk di tanah milik orang di pengunungan.

"Faigi Dosi Ndruru sepanjang hidupnya tidak memiliki istri maupun anak. Sebelum dia (Faigi Dosi Ndruru) mendirikan gubuk di tanah orang lain di pengunungan, dia tinggal bersama saudaranya di Desa Maliwa'a. Namun karena dia tidak ingin menjadi beban bagi saudaranya, sejak tahun 2005, dia pindah dan tinggal di gubuk di pengunungan atau sekitar jarak 2 kilometer dari Desa Maliwa'a," terang Onlihu Ndraha kepada Okezone, Rabu (2/1/2019).

Baca Juga: Perjuangan Indah Mencari Darah untuk Penyambung Hidup

Lelaki Tua

Onlihu Ndraha mengisahkan, atas adanya laporan Kepala Desa dan perangkat Desa sekitar dua bulan lalu, dia menyambangi tempat tinggal Faigi Dosi Ndruru untuk melihat kondisi riil. Lelaki tua itu tinggal di gubuk, berada di atas gunung yang jauh dari keramaian orang.

Gubuk itu sudah lapuk. Tidur beralaskan tikar terbuat dari goni dan bantal dari kayu. Lelaki tua itu juga, sama sekali tidak mengerti bahasa Indonesia.

Lelaki tua itu, sebut Onlihu Ndraha, untuk memenuhi kebutuhan pokok setiap hari, dia turun gunung menjual kayu bakar kepada warga Desa. Dan terkadang, mendapat belas kasih dari masyarakat Desa.

Lelaki Tua

Guna meringankan beban lelaki tua itu di sisa hidupnya dan agar bisa menikmati rumah layak huni, Pemerintah Desa berencana akan membangun rumah papan layak huni tipe 24 (4 x 6), dengan lantai semen.

"Setelah kita melakukan gerakan sosial untuk membantu pak tua itu, donasi hingga saat ini sudah terkumpul Rp4 juta. Sementara biaya yang dibutuhkan untuk membangun rumah papan tipe 24 memerlukan dana sekitar Rp20 Juta. Artinya, masih kekurang dana Rp16 juta lagi," ujar Onlihu Ndraha.

Kepala Desa Desa Maliwa'a, Adilwan Gea yang terpilih Agustus 2018 lalu, tutur Onlihu Ndraha, sangat pro aktif melihat kondisi masyarakatnya. Adilwan Gea menyambut baik rencana pembangunan rumah lelaki tua itu.

Adilwan Gea menyarankan, agar rumah lelaki tua itu dibangun di atas tanah miliknya, tepatnya di samping rumahnya di Desa itu. Sebab, tanah letak berdirinya gubuk lelaki tua yang di pengunungan adalah milik orang lain.

Lelaki Tua

Menurut Onlihu Ndraha, kondisi kehidupan lelaki tua Faigi Dosi Ndruru belum mereka sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Kabupaten Nias. Inisiatif itu, benar-benar sebagai gerakkan sosial. Nasib Faigi Dosi Ndruru adalah cerminan nyata kehidupan tidak layak di Daerah Nias. Masih banyak warga yang tinggal di rumah-rumah yang sangat tidak layak untuk dihuni.

"Harapan kita, dengan adanya rencana pembangunan rumah sederhana layak huni bagi pak tua Faigi Dosi Ndruru dengan rincian anggaran mencapai sekitar Rp20 juta-an, harus dengan kebersamaan. Kalau dibangun oleh personal, hal itu sangat berat. Akan tetapi, bila pembangunannya dengan nilai gotongroyong, alhasil berat sama dipikul, ringan sama dijingjing. Semoga hal ini mendapat perhatian dari berbagai elemen untuk memberikan donasi," pungkas Onlihu Ndraha.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini