Tjahjo Sebut Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Sudah Dicoblos Kejahatan Demokrasi

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Kamis 03 Januari 2019 18:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 03 605 1999564 tjahjo-sebut-hoaks-7-kontainer-surat-suara-sudah-dicoblos-kejahatan-demokrasi-ajF60SEa3B.jpg Mendagri Tjahjo Kumolo (Foto: Sarah/Okezone)

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mendukung Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk meminta Bareskrim Mabes Polri menelusuri dan mengusut tuntas siapa dalang di balik penyebaran hoaks 7 kontainer surat suara yang telah dicoblos.

Sebagai bagian dari pemerintah, politikus PDI Perjuangan tersebut tidak mau menuduh siapapun pelakunya. Sehingga, ia menunggu hasil dari pihak yang berkompeten melakukan penyidikan itu, yakni kepolisian.

"Mendukung upaya KPU untuk meminta kepada Bareskrim Mabes Polri menelusuri dan mengusut secara tuntas siapa yang menyebarkan berita itu," ujar Tjahjo Kumolo di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2019).

(Baca Juga: Mahfud MD: Tidak Masuk Akal Ada 7 Kontainer Surat Suara Sudah Dicoblos)

"Saya juga enggak tahu, karena yang punya alatnya, yang tahu mekanisme alurnya semua, punya datanya adalah pihak kepolisian. Jadi saya sebagai pemerintah tadi siang menunggu Kabareskrim, intinya mendukung langkah KPU," tambahnya.

Tjahjo Kumolo pun yakin kalau pihak kepolisian bisa mengusut pelaku penyebaran hoax mengenai 7 kontainer surat suara tersebut, lantaran merupakan salah satu bentuk kejahatan demokrasi dalam pemilu.

"Saya tidak punya potensi, itu haknya KPU mengajukan kepada kepolisian yang mengusut nanti pihak kepolisian. Karena saya enggak punya alatnya, siapa yang pertama kali mengunggah itu yang bisa adalah kepolisian," ungkap Tjahjo Kumolo.

Permasalahan ini, menurut Tjahjo termasuk kejahatan demokrasi. "Jadi harus diusut tuntas oleh kepolisian. Soal siapa orangnya, kami tidak bisa menuduh, itu haknya kepolisian," tutupnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini