Tak Dirawat, Situs Makam Raja Jambi Rusak

Abimayu, Okezone · Jum'at 04 Januari 2019 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 04 340 1999919 tak-dirawat-situs-makam-raja-jambi-rusak-NoWWKSXiTm.jpg Kondisi Makam Orang Kayo Hitam, di Jambi (foto: Abimayu/Okezone)

JAMBI - Komplek Situs Makam Orang Kayo Hitam diklaim warga sebagai tokoh penyebar ajaran Islam dalam membentuk sebuah kerajaan di Jambi. Nama tokoh yang melegenda di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini tentu sudah tidak asing lagi.

Dia merupakan sosok yang terus dikenang dan dihormati masyarakat dengan cara menziarahi makam Orang Kayo Hitam yang berada di daerah Kelurahan Simpang, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.

(Baca Juga: 'Makam Berdarah' dari Balikpapan Sisakan Teka-teki) 

Ari Suryanto salah seorang warga pemerhati lingkungan, mengatakan Makam Keramat Orang Kayo Hitam (Rangkayo Hitam), selalu ramai dikunjungi pada hari-hari besar Islam dan pada upacara melepas haul. Selain itu, Makam Rangkayo Hitam ini juga tampak berbeda dari makam-makam yang ada pada umumnya.

"Panjang makam itu 4,8 meter, terletak di belakang bangunan yang berbentuk pendopo. Itulah makam Raja Melayu Jambi 1500—1515 M Orang Kayo Hitam," terangnya.

Kondisi Makam Orang Kayo Hitam di Jambi (foto: Abimanyu/Okezone)	Kondisi Makam Orang Kayo Hitam di Jambi (foto: Abimayu/Okezone) 

Dia menambahkan, para peziarah dan pengunjung yang datang ke situs ini tertarik dengan keberadaan Makam Orang Kayo Hitam, hal ini terlihat dari tingginya animo para pengunjung mendatangi lokasi Makam Orang Kayo Hitam dibanding dengan situs candi yang ada.

"Tidak jauh dari lokasi makam juga terdapat peninggalan cagar budaya lainnya berupa sturuktur bangunan candi," jelasnya lagi.

Selain Tinggalan Candi 1 dan Candi 2, potensi arkeologi lain yang terdapat di Komplek Situs Orang Kayo Hitam adalah ditemukannya Kepala Arca Singa dan artefak keramik. Hanya saja, dia sangat menyesal karena tempat Orang Kayo Hitam rusak parah akibat kurangnya perawatan dan perhatian pengelola.

"Kenapa tidak ada yang peduli lagi dengan kondisi situs ini, sementara Situs Makam Orang Kayo Hitam memiliki sejarah yang sangat penting bagi perjalanan masyarakat Jambi," paparnya.

Kondisi Situs Makam Orang Kayo Hitam yang terdapat di Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak, di mana Dinas Pariwisata terkesan diam serta lembaga adat dan anggota DPRD yang selalu menjunjung tinggi norma dan adat istiadat pun ikut diam

"Wisata situs Orang Kayo Hitam saat ini sudah sangat memprihatinkan lihat saja sekeliling situs sudah mulai hancur," tuturnya.

(Baca Juga: Masyarakat Temukan Makam Diduga Keturunan Raja Selaparang) 

Padahal, setiap tahunnya Makam Orang Kayo Hitam banyak dikunjungi oleh para peziarah yang datang dari berbagai daerah bahkan sejumlah peziarah dari negeri Jiran Malaysia sering datang ke lokasi tersebut.

"Jangan hanya berkutak-katik pada perencanaan sementara kita melupakan sejarah yang ada. Apakah kita semua sudah tidak menghargai dan mempedulikan sejarah yang saat ini membawa kita sehingga kita bisa bertahan," tandasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini