Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Populasi China Berkurang untuk Pertama Kalinya dalam 70 Tahun Terakhir

Agregasi VOA , Jurnalis-Sabtu, 05 Januari 2019 |09:34 WIB
Populasi China Berkurang untuk Pertama Kalinya dalam 70 Tahun Terakhir
Foto: AFP.
A
A
A

POPULASI China pada 2018 berkurang untuk pertama kalinya dalam 70 tahun terakhir, menurut laporan yang dilansir AFP. Para ahli, memperingatkan bahwa "krisis demografis" akan berdampak pada ekonomi negara tersebut.

Negara terpadat di dunia dengan penduduk 1,4 miliar jiwa ini selama beberapa dekade menjaga pertumbuhan populasinya lewat kebijakan satu anak.

Tapi sejak 2016 China memperbolehkan pasangan untuk punya dua anak, menanggapi kekhawatiran tentang populasi masyarakat yang menua dan menurunnya tenaga kerja.

Pada 2018, angka kelahiran nasional turun sebanyak 2,5 juta dibanding tahun sebelumnya, kontras dengan perkiraan peningkatan angka kelahiran yang ditargetkan berjumlah 790.000, menurut analisa Yi Fuxian, ilmuwan berbasis di Amerika Serikat.

Yi, peneliti di Universitas Wisconsin-Madison, telah lama mengkritik kebijakan pembatasan satu anak dan hasil penelitiannya menarik perhatian para pemimpin negara.

Kebijakan satu anak yang diterapkan lewat denda dan dalam beberapa kasus lewat aborsi paksa dan sterilisasi, menyebabkan merosotnya tingkat kelahiran sejak diterapkan pada 1979.

Namun angka kelahiran tidak juga meningkat seperti yang diharapkan meskipun kebijakan dua anak diterapkan, dan beredar spekulasi pemerintah akan terus memperlonggar kebijakan tersebut.

Tahun lalu ditandai sebagai “titik balik bersejarah untuk populasi China”, menurut Yi, yang mempelajari data publik tentang kelahiran, di kota dan desa di seluruh China.

Ia mengingatkan tren penurunan ini mungkin tidak dapat diubah, karena faktor-faktor seperti menurunnya angka perempuan usia subur dan keengganan pasangan untuk memiliki anak, karena biaya pendidikan, kesehatan dan rumah tangga yang semakin mahal.

Perhitungan Yi menunjukkan bahwa angka kematian pada 2018 sekitar 11,58 juta dan total populasi menurun sebanyak 1,27 juta.

"Populasi China mulai menurun untuk pertama kalinya sejak berdirinya China Baru pada 1949, masalah penuaan semakin dekat, dan kekuatan ekonomi telah melemah," menurut Yi.

Hasil penelitian Yi, yang muncul di makalah penelitian yang akan datang, ditulis bersama seorang ekonom dari Universitas Peking, Su Jian, berdasarkan angka-angka yang diperoleh dari Komisi Kesehatan Nasional.

Para ahli juga menggunakan statistik resmi lainnya termasuk angka pendaftaran sekolah, data registrasi rumah tangga dan konsensus pemerintah yang menghasilkan kesimpulan mereka.

Biro Statistik Nasional China diperkirakan akan merilis angka kelahiran nasional resmi untuk 2018 akhir bulan ini.

Semetara itu, data yang dirilis oleh otoritas lokal menunjukkan penurunan angka kelahiran yang signifikan tahun lalu.

Di Qingdao, sebuah kota di Provinsi Shandong timur – salah satu daerah terpadat di China – kelahiran antara Januari dan November menurun sebesar 21 persen menjadi lebih 81.000 dibandingkan tahun sebelumnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement