JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi 2.500 bencana alam bakal melanda Indonesia pada 2019. Bencana alam yang kemungkinan mendominasi pada 2019 ialah hidrometerologi, meliputi banjir, longsor, dan angin puting beliung.
Merespons itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ace Hasan Syadzily, mengatakan pemerintah dalam hal ini, BNPB, BMKG, dan Pemerintah Daerah melalui BPBD, harus dapat memetakan potensi daerah bencana dan early warning system, sehingga masyarakat mengalami kesiapsiagaan bencana.
"Perlu juga segera diajarkan di sekolah-sekolah dan masyarakat tentang simulasi menghadapi bencana sesuai dengan potensi bencananya. Misalnya di daerah yang memiliki potensi bencana banjir, agar disimulasikan untuk menghindari banjir dengan menyediakan tempat evakuasi khusus di dataran tinggi," ujar Ace kepada Okezone, Sabtu (5/1/2019).
Ketua DPP Golkar itu berujar, selama ini tugas penanggulangan bencana lebih banyak tergantung pemerintah pusat. Perlu dianggarkan juga oleh pemerintah daerah untuk mitigasi bencana.

"Dalam jangka panjang, tata ruang wilayah kita harus memasukkan aspek bencana sebagai pendekatan dalam pembangunan. Jangan hanya mempertimbangkan pendekatan ekonomi belaka, tapi aspek potensi bencana perlu menjadi pertimbangan utama. Jangan memberikan izin bagi bangunan hotel di garis sepadan pantai. Jangan membuat bangunan di sepanjang pinggir sungai, dan lain-lain," tutur Ace.
Sebelumnya, Kepala BNPB Willem Rampangilei menjelaskan, salah satu penyebab terjadinya hidrometerologi yaitu meluasnya kerusakan daerah aliran sungai (DAS). Selain itu faktor lainnya adalah lahan kritis, laju kerusakan hutan semakin tinggi, kerusakan lingkungan, perubahan penggunaan lahan dan tingginya kerentanan.