nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Secercah Harapan dari Taman Pendidikan Alquran di Kebon Sayur

Gimas Siskamayanti, Jurnalis · Minggu 06 Januari 2019 23:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 06 338 2000659 secercah-harapan-dari-taman-pendidikan-alquran-di-kebon-sayur-sfMykzu2X8.jpg Anak-anak belajar di TPA Al Fadhil, Kebon Sayur, Jakarta Timur (Gimas)

DI bangunan rumah petak itu, anak-anak dari keluarga miskin -sebagiannya tak bisa sekolah karena terbentur biaya- berkumpul. Mereka belajar ilmu agama, menulis hingga menghitung. Meski fasilitasnya serba terbatas, tapi para bocah menunjukkan semangat pantang menyerah.

Begitulah potret Taman Pendidikan Alquran (TPA) Al-Fadhil di Kebon Sayur, Jakarta Timur, sebuah tempat pendidikan nonformal yang didirikan untuk mengedukasi anak-anak yang terpinggirkan. TPA didirikan Santoso. Dia merelakan sebagian ruangan rumahnya jadi taman belajar bagi mereka.

Para mahasiswa ikut turun ke TPA itu membantu mengajar secara sukarela tiap Sabtu pagi. Itu menambah antusiasme anak-anak. Bahkan anak-anak meminta sendiri kepada mahasiswa untuk diajarkan hal-hal yang ingin mereka tahu seperti sejarah nabi, cara menulis dan menghitung cepat.

Ada ruang perpustakaan kecil di situ, membantu mereka belajar lebih banyak dari buku-buku.

Khairul alias Ipul (9), seorang murid TPA Al-Fadhil mengungkapkan ingin terus belajar untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang pemadam kebakaran agar bisa membantu orang saat musibah.

“Aku ingin sekali jadi pemadam kebakaran kak, biar dapat pahala,” katanya dengan senyum lepas di bibirnya saat ditemui, pekan lalu.

Ipul bersyukur bisa belajar di TPA. “Terima kasih ya kak, aku senang sekali kakak datang ke sini dan mengajari Ipul,” katanya kepada para mahasiswa yang jadi relawan di sana.

Pendiri TPA Al-Fadhil, Santoso mengatakan Ipul adalah satu dari 50 murit yang kini belajar di TPA yang dibangun sejak 2014. Menurutnya TPA itu didirikan untuk membantu anak-anak kurang mampu dan putus sekolah.

“Kami hanya bisa membantu dengan lillahita’ala dengan membangun TPA kecil ini,” kata Santoso.

Santoso rela sebagian rumahnya menjadi ruang belajar agar anak-anak bisa leluasa dan nyaman.

Menurutnya, pendidikan agama penting bagi anak-anak yang masih dalam fase perkembangan untuk membentuk kepribadiannya. Dia juga siap memfasilitasi jika ada anaknya ingin melanjutkan pendidikan ke pesantren.

“Jika anak-anak memiliki keinginan mengenai pendidikan kita fasilitasi sebisa mungkin ke pesantren, agar anak-anak bisa memperdalami ilmu keagamaan dan pendidikan,” kata Santoso.

Latar belakang anak-anak yang belajar di TPA itu beragam; mulai dari keluarga kurang mampu sampai korban kekerasan dalam rumah tangga seperti orangtuanya berpisah.

Menurut Santoso, anak-anak dari keluarga bermasalah seperti itu harus diberi perhatian khusus. “Kita menjaga itu supaya mereka terkondisikan dengan lingkungan yang baik,” paparnya.

View this post on Instagram

SEORANG anak laki-laki bernama Yusuf Aslam yang masih berusia 7 tahun asal Luton, Inggris, berhasil menghafal Alquran 30 juz. Dia mengikuti jejak kakak perempuannya yang juga mencapai prestasi yang menakjubkan ini pada usia yang sama dua tahun silam.⠀ .⠀ "Rasanya seperti berada dalam mimpi. Saya tidak pernah bermimpi bisa mencapai ini. Allah SWT benar-benar memberkati kita untuk dapat melalu perjalanan ini," kata ibu Yusuf Aslam dilansir dari Ilmfeed. "Allah berkata akan membuatnya mudah jika kamu mencobanya, dan Dia melakukannya," tambahnya.⠀ .⠀ Maariya, kakak perempuan Yusuf juga membuat prestasi yang sama dua tahun lalu. Sang kakak membantu adiknya dalam perjalanannya untuk menghafal Alquran. "Maariya telah melangkah ketika aku sibuk. Kemampuan hafalan Maariya luar biasa dan dia selalu menjadi sumber dukungan setiap kali dibutuhkan," kata sang ibu⠀ .⠀ Perjalanan untuk memiliki dua anak yang menghafal Alquran tidaklah mudah, meskipun memberi hasil yang menakjubkan diakhirnya. Ibu dari Yusuf dan Maariya ini telah berhenti bekerja dan meninggalkan karier untuk mendidik anak-anaknya dalam pendidikan Islam maupun pendidikan formal.⠀ "Saya diberkati memiliki anak yang bekerjasama dan memiliki etos kerja yang baik atau keseimbangan waktu luang. Saya merasa lebih mudah saat yang kedua kalinya," kata sang ibu.⠀ .⠀ Ibu Yusuf juga telah membantu ratusan orangtua yang mengiriminya pesan di halaman Facebooknya untuk mendapatkan saran. Menurutnya, semua orangtua harus belajar atau mengerti tajwid yang cukup untuk membantu anak-anak mereka. Hal ini adalah keharusan mutlak jika ingin terlibat membantu anak untuk mencapai hafalan Alquran.⠀ Jika mendengar anak melafalkan lafaz Allah SWT, Anda akan memiliki kepuasan yang besar. Anda juga akan melihat hasilnya jauh lebih cepat daripada jika Anda tidak terlibat untuk mencapainya.⠀ .⠀ Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril pada 17 Ramadan. Menghafal Alquran merupakan salah satu cara terpenting untuk mengingat firman Allah kepada hamba-Nya. #TauCepatTanpaBatas

A post shared by Okezone.com (@okezonecom) on

Para mahasiswa dari Fakultas Komunikasi Universitas Mercu Buana, Kranggan, Bekasi dalam sebulan terakhir mengabdi sebagai pengajar di TPA Al-Fadhil. Mereka menularkan ilmu yang didapatnya di kampus ke anak-anak.

Ketua pelaksana kegiatan, Muhajirul Huda mengatakan bahwa melalui kegiatan ini dapat memberikan pemahaman terhadap komunikasi yang baik dan benar dalam kehidupan bersosialisasi.

“Diharapkan anak-anak lebih percaya diri dalam berinteraksi di lingkungannya dengan penyampaian yang menarik supaya anak-anak paham terhadap pesan yang kita sampaikan,” katanya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini