Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Serapan Anggaran Pemprov DKI Tahun 2018 Baru Mencapai 60,48%

Fadel Prayoga , Jurnalis-Senin, 07 Januari 2019 |20:01 WIB
Serapan Anggaran Pemprov DKI Tahun 2018 Baru Mencapai 60,48%
Balai Kota (Foto: Fadel/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta menyebutkan bahwa serapan anggaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta per November 2018 baru mencapai 60,48 persen dari anggaran sebesar Rp83,26 triliun.

Hal tersebut diutarakan saat menggelar catatan akhir tahun 2018 dan program kerja tahun 2019 Fraksi Partai Golkar DPRD DKI.

"Jika diperhatikan maka penyerapan itu mirip-mirip tahun lalu," Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD DKI Jakarta, Ashraf Ali, Senin (7/1/2019).

Baca Juga: Pemprov DKI Gelontorkan Rp145 Miliar untuk Renovasi 5 Taman

Balai Kota

Menurut Ashraf, rendahnya serapan anggaran tersebut disebabkan oleh adanya beberapa proyek pembangunan yang gagal lelang. Diantara SKPD yang masih rendah penyerapannya antara lain, Dinas Bina Marga, Dinas Sumber Daya Air dan Dinas Pendidikan.

"Golkar berharap ke depannya para SKPD agar membuat perencanaan yang lebih matang dan lebih baik. Faktor lainnya adalah karena banyak SKPD yang dipimpin oleh Plt yang bisa saja mempengaruhi serapan anggaran karena kinerjanya tidak maksimal," katanya.

Baca Juga: Ditanya Kesiapan Ikuti Fit and Proper Test Cawagub DKI, Suhaimi: Mengalir Saja

Balai Kota

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar DKI Jakarta Rizal Malarangeng, menyampaikan bahwa target Partai Golkar meraih 18 kursi di DPRD pada pemilu legislatif (Pileg) 2019.

"Saya sangat senang para caleg Golkar DPRD DKI  telah bekerja  dengan baik, menyakinkan masyarakat  untuk memilih dirinya dan partai pada pileg nanti. Mudah-mudahan target ini bisa dicapai," tuturnya.

Selain itu, menurut Rizal, pihaknya pun merasa senang atas munculnya nama keponakan Jusuff Kalla, Erwin Aksa, salah satu kader terbaik Partai Golkar yang  disebut-sebut masuk dalam bursa calon wakil gubernur (Wagub )DKI.

"Kami senang nama Erwin Aksa disebut-sebut sebagai salah satu calon wakil gubernur DKI. Golkar dalam posisi pasif terkait proses pemilihan Wagub DKI. Kami menyerahkan mekanisme sesuai perundang-undang yang berlaku," ujar Rizal Malarangeng.

Erwin Aksa, keponakan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dalam sebulan terakhir disebut-sebut layak menjadi cawagub DKI mendampingi Gubernur Anies Rasyid Baswedan menggantikan Sandiaga Salahuddin Uno yang maju menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) mendampingi Capres Prabowo Subianto.

(Edi Hidayat)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement