nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gedung Baru Sekretariat ASEAN Ditargetkan Rampung Maret 2019

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Selasa 08 Januari 2019 05:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 08 18 2001300 gedung-baru-sekretariat-asean-ditargetkan-rampung-maret-2019-fx5mmMtK83.JPG Gedung Sekretariat ASEAN (Foto: Kementerian PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberi bantuan teknis bagi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dalam pembangunan Gedung Sekretariat Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang berlokasi di Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Saat meninjau bersama Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi ke proyek pembangunan di Jakarya, Senin, 7 Januari 2019, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menyebut, pembangunan Gedung Sekretariat ASEAN saat ini sudah mencapai 85 persen dan ditargetkan rampung pada Maret 2019 mendatang.

"Gedung ini nantinya akan memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Gedung ini juga didesain ramah lingkungan dengan standar Sertifikat Green Building Tingkat Platinum dari Green Building Council Indonesia (GBCI)," kata Menteri Basuki dikutip dari laman Antaranews, Selasa (8/1/2019).

Menurutnya, saat ini, dari 20 bangunan gedung yang tersertifikasi Green Building oleh GBC terdiri dari tingkat Platinum sebanyak 3 bangunan yakni Dusapun Gunung Putri, Gedung United Tractors HO dan Gedung Kementerian PUPR, sedangkat tingkat Gold sebanyak 12 bangunan dan silver sebanyak 5 bangunan.

Sementara, Menlu Retno Marsudi menyatakan bahwa optimalisasi penyelesaian pekerjaan agar tepat waktu, perlu diimbangi dengan kualitas kerja sehingga tepat mutu.

"Ketika kita fokus mengejar waktu penyelesaian, tetap kita harus perhatikan kualitas karena menyangkut keamanan," kata Retno.

Menlu Retno Marsudi

Adapun peletakan batu pertama atau groundbreaking Gedung Sekretariat ASEAN dilakukan pada awal Januari 2018. Pembangunan dilakukan di atas lahan seluas 11.369 m2 dengan luas bangunan 49,993 m2. Gedung ini nantinya memiliki 2 tower dengan masing-masing setinggi 16 lantai, yang dilengkapi dengan 2 basement dan 1 podium yang terdiri dari 5 lantai. Konstruksi yang digunakan juga telah mengakomodasi bangunan tahan gempa.

Untuk menghubungkan dua tower, terdapat jembatan penghubung (skybridge) sepanjang 40,5 meter. Jembatan ini menjadi jembatan terpanjang di Indonesia untuk kategori jembatan gedung tanpa penyangga dan mendapatkan piagam penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Total anggaran pembangunan gedung ini sebesar Rp448,77 miliar dengan menggunakan sumber dana APBN tahun anggaran 2017-2018. Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, yaitu Direktur Jenderal Cipta Karya, Danis H. Sumadilaga dan Direktur Bina Penataan Bangunan, Iwan Suprijanto.

(put)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini