nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lagi Santai di Losmen, WN Palestina Diamankan Petugas

Demon Fajri, Jurnalis · Rabu 09 Januari 2019 18:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 09 340 2002109 lagi-santai-di-losmen-wn-palestina-diamankan-petugas-7FGM49vKHK.jpg Foto Ilustrasi Okezone

BENGKULU - Jajaran Polres Bengkulu Selatan mengamankan salah satu warga negara asing (WNA) berkebangsaan Palestina, atas nama Iyad M Abukhatla, saat berada di salah satu losmen di wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, setelah tinggal selama satu bulan di losmen tersebut.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu, Samsu Rizal mengatakan, pihaknya telah menjemput WNA tersebut di Bengkulu Selatan. Penjemputan tersebut guna memeriksa dokumen yang dikantongi WNA berkebangsaan Palestina itu. Dari hasil pemeriksaan, kedatangan Iyad M Abukhatla ke Kota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan, dalam rangka kunjungan wisata.

"Yang bersangkutan merupakan pemegang kartu UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees) dengan status sebagai pengungsi mandiri, dan tidak ditempatkan di community house yang ada di bawah naungan IOM (Organization for Migration (IOM),'' kata Samsu, Rabu (9/1/2019).

 ss

Tidak sampai di situ, lanjut Samsu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan mantan Kasubdit Tensipor Detensi dann Deportasi, Kepala Rumah Detensi Pekan Baru, mantan Kepala Rumah Detensi Denpasar, serta perwakilan dari UNHCR guna memastikan penanganan dan keabsahan kartu UNHCR yang dipegang oleh bersangkutan.

Hasil koordinasi tersebut, jelas Samsu, Iyad M Abukhatla dilepaskan kembali setelah dilakukan pencatatan dalam rangka pengawasan karena tidak ditemukan pelanggaran keimigrasian. Pelepasan tersebut, tegas Samsu, berdasarkan ketentuan pasal 3 peraturan Dikertur Jenderal Imigrasi nomor IMI-0352.GR.02.07 tahun 2016, tentang Penanganan Imigrasi Ilegal yang menyatakan diri sebagai pencari suaka atau pengungsi.

''Orang asing yang sudah sudah mendapatkan status sebagai pengungsi dari UNHCR di Indonesia tidak dapat dipermasalahkan izin tinggalnya selama berada di Indonesia sepanjang tidak melanggar peraturan perundang-undangan. Iyad M Abukhatla, sudah dilepaskan kembali, sekarang dia sudah ke Kota Manna (Bengkulu Selatan),'' pungkasnya.

ss

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini