nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bankir Filipina Divonis Penjara dan Denda USD109 Juta Terkait Perampokan Bank Sentral Bangladesh

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 10 Januari 2019 16:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 10 18 2002659 bankir-filipina-divonis-penjara-dan-denda-usd109-juta-terkait-perampokan-bank-sentral-bangladesh-5W6LsIhTlb.jpg Mantan bankir Maia Deguito didakwa bersalah atas pencucian uang terkait perampokan Bank Sentral Bangladesh pada 2016. (Foto: Reuters)

MANILA – Seorang mantan bankir Filipina dijatuhi hukuman penjara dan denda sebesar USD109 juta terkait salah satu perampokan siber terbesar yang menyebabkan USD81 juta dolar dicuri dari Bank Sentral Bangladesh. Dakwaan itu merupakan yang pertama dalam kasus perampokan tersebut.

Pada 2016, peretas misterius mentransfer uang tunai dari rekening Bangladesh di Amerika Serikat (AS) ke Bank Rizal Commercial Banking Banking Corp. (RCBC) di Filipina, di mana uang itu kemudian langsung ditarik. Pencurian itu mengekspos Filipina sebagai surga bagi uang kotor, di mana beberapa undang-undang kerahasiaan bank yang paling ketat di dunia melindungi pemegang rekening dari pengawasan.

Pengadilan Manila mendapati Maia Deguito, yang dahulu menjabat sebagai manajer cabang RCBC tempat uang itu masuk, bersalah atas delapan tuduhan pencucian uang yang masing-masing membawa hukuman minimal empat tahun di balik jeruji besi.

Pengadilan juga memerintahkannya membayar denda USD109 juta. Deguito berencana untuk mengajukan banding dan dapat tetap bebas dengan jaminan sampai putusan bersalah selesai.

Pihak berwenang menuduh Deguito membantu mengoordinasikan transfer uang, yang diambil dari rekening cadangan Bangladesh di bank Federal Reserve di Amerika Serikat.

Deguito adalah satu-satunya orang yang dihukum dalam kasus yang telah menarik perhatian internasional itu. Pengacara Deguito, Demetrio Custodio mengatakan kepada AFP, bahwa kliennya telah dijadikan kambing hitam.

"Dia tidak mungkin melakukan ini sendirian. Sebuah bank seukuran RCBC tidak mungkin membiarkan petugas bank rendahan untuk merencanakan ini, jadi ada orang lain yang terlibat dalam ini," kata Custodio sebagaimana dilansir AFP, Kamis (10/1/2019).

Departemen Kehakiman Filipina mengatakan, penyelidikan terkait kasus itu belum selesai, tetapi tidak memberi keterangan lebih lanjut.

Pihak AS telah memburu seorang peretas Korea Utara yang diduga sebagai dalang perampokan Bank Bangladesh, dan menduga kasus itu adalah sebuah kejahatan yang disponsori oleh negara.

Hanya USD15 juta yang berhasil didapatkan kembali dari perampokan tersebut. Sesaat setelah terkirim ke Filipina, dana dari Bank Sentral Bangladesh segera disebarkan dan tidak dapat dilacak.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini