nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teriak "Jihad", Ratusan Orang Berpenutup Kepala Memaksa Masuk Rutan Solo

Bramantyo, Jurnalis · Kamis 10 Januari 2019 15:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 10 512 2002643 teriak-jihad-ratusan-orang-berpenutup-kepala-memaksa-masuk-rutan-solo-4dbK3QDKO3.jpg

SOLO - Sejumlah orang mendatangi rutan kelas IA yang terletak di jalan Slamet Riyadi, Solo. Pantauan di lapangan, kedatangan massa yang diperkirakan berjumlah 100 orang ini datang ke rutan dengan mengendarai sepeda motor.

Begitu tiba di depan rutan, massa yang rata-rata menggunakan penutup muka ini langsung berteriak di depan rutan.

Sambil berteriak 'Al Jihad' l, Mereka memaksa masuk kedalam rutan. Namun kedatangan massa ini sudah diantisipasi oleh aparat kepolisian dari Polresta Solo. Selain membuat pagar betis didepan pintu masuk, satu unit Water Canon pun sudah dipersiapkan di depan rutan.

Meski begitu, massa masih saja terus berteriak. Mereka bersikukuh untuk tetap masuk kedalam rutan. Para massa ini pun menolak untuk dilakukan negosiasi.

"Kami menolak negosiasi. Tidak ada negosiasi," teriak salah satu pendemo, sambil meneruskan salah satu orang yang kemungkinan berada di dalam rutan.

Saat meliha awak media berada di depan rutan, massa pun langsung melarang media untuk meliput dan mengambil gambar.

"Kami tak ingin di liput, karena tidak ada negosiasi. Pokonya kami hanya ingin Wallet," terang mereka lantang.

Karena terus memaksa untuk bisa masuk kedalam rutan untuk mencari orang bernama "Walet' yang ada didalam rutan, sempat terjadi ketegangan antara massa dan aparat kepolisian.

Untungnya, meski terjadi ketegangan, namun bentrokan antar kedua kubu bisa dihindari. Informasi yang berhasil dihimpun Okezone, kedatangan massa ke rutan kelas IA ini dipicu usai perwakilan mereka datang membesuk rekan mereka bernama Ichsan ada di rutan sekira pukul 9.30 WIB.

Saat berada didalam rutan, pembesuk yang berjumlah sekitar 30 orang ini terlibat bentrok dengan narapidana lain. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebab bentrok.

Untuk menghindari kejadian serupa terulang, aparat kepolisian terpaksa mengevakuasi napi yang dipermasalahkan kelompok massa yang datang didepan rutan ini.

Akibat adannya aksi ini, arus lalu lintas di depan rutan sempat terganggu. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi, baik dari pihak Rutan maupun dari aparat kepolisian.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini