nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komjak Minta Kejagung Serius Tindaklanjuti Aduan Masyarakat

Jum'at 11 Januari 2019 00:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 11 340 2002856 komjak-minta-kejagung-serius-tindaklanjuti-aduan-masyarakat-5KTHlP4kwN.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

MATARAM - Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (Komjak RI) meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) lebih serius menangani dugaan penyimpangan pengadaan alat dan mesin pertanian tahun 2015. Pengusutan kasus ini dipandang penting untuk memastikan penggunaan anggaran negara tepat sasaran, khususnya terhadap para petani.

"Kita akan mendorong (penyelesaian) karena dalam pertemuan rutin dengan kejaksaan, selalu mengingatkan kasus-kasus yang berdasarkan dari laporan pengaduan masyarakat," ungkap Komisioner Komjak RI, Barita Simanjuntak, seperti dilansir dari laman Antaranews, Kamis (10/1/2019).

loading...

Menurutnya, penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) sejatinya memeriksa pihak-pihak yang disinyalir terkait dalam kasus itu. Tujuannya, mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti di tahap penyelidikan.

"Dalam rangka mendorong dan mengumpulkan data, wajar-wajar saja itu dilakukan," imbuhnya.

Kejaksaan lanjut Barita, sudah seharusnya menyelesaikan perkara yang menarik perhatian publik terlebih terkait proyek strategis pemerintahan. "Kejaksaan ada pengawalan melalui Tim Pengawalan dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan (TP4)," urainya.

Ilustrasi Sawah

Dalam mengawal program pemerintah itu kata dia, tidak menutup kemungkinan dilakukan penindakan. Namun menurutnya, untuk masuk ke tahap penyidikan, harus diawali dengan bukti-bukti yang kuat. "Saya yakin di pidsus itu penanganannya profesional," ucap Barita menandaskan.

Sementara itu, Koordinator LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman mendesak Kejaksaan menuntaskan penanganan perkara tersebut. "Jelas, kami dorong kejaksaan segera selesaikan kasus ini," singkat Boyamin.

Sebelumnya, Kejagung sudah mengeluarkan lima surat perintah penyidikan (sprindik) penanganan dugaan penyimpangan pengadaan alat dan mesin pertanian tahun 2015. Kelima sprindik itu terkait pengadaan traktor roda dua, traktor roda empat, rice transplanter, seeding tray dan pompa air. Penyidik telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus ini, yaitu masing-masing berinisial AA selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) dan SL sebagai direktur dari pihak swasta.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini