“Biasanya untuk menggali ya dua jam. Tapi kalau banyak batu, bisa mencapai tiga jam,” katanya.
Pemakaman di Jawa Tengah (foto: Taufik Budi/Okezone)
Sebagai juru kunci, Santotok mendapat kewenangan untuk mengelola area makam di Blok Q. Sehingga setiap warga yang hebdak memesan lahan makam atau ingin dibuatkan lubang kubur, harus menghubunginya.
“Jika mereka (warga) punya nomor telefon saya, tinggal hubungi saja. Tapi kalau enggak punya, bisa datang langsung ke lokasi. Nanti kita arahkan, untuk lahan yang masih kosong,” terangnya.
Dia menyebut, biaya pesan lahan makam sebesar Rp1,5 juta. Sedangkan untuk menggali kubur hingga seluruh perlengkapan berupa patok dan papan kayu, dibanderol Rp3 juta. Biaya itu juga sudah termasuk administrasi kepada dinas terkait.
“Rp3 juta itu komplit, dengan catatan sudah ada lahan makamnya (sebelumnya telah memesan lahan makam). Warga sudah terima bersih, enggak ada biaya lain. Di sini itu paling murah, kalau di sana (blok lain) ada yang Rp5 juta, bahkan ada yang Rp7 juta,” tukasnya.
Meski demikian, pihaknya juga tak menolak ketika ada warga yang mendadak akan dimakamkan di tempat tersebut. Santotok akan mencarikan lahan makam yang masih kosong. Tentu, ahli waris dikenakan biaya tambahan pesan lahan di luar pemakaman.
“Biasanya kita kenakan tambahan Rp500 ribu, jadi total Rp3,5 juta. Tapi kita sering melihat kondisi juga. Bila itu dari keluarga tak mampu atau kaya, ya ada perbedaan lah, tidak kita samakan,” jelasnya.