nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Biaya Pemakaman di Semarang Paling Murah Rp3 Juta

Taufik Budi, Jurnalis · Sabtu 12 Januari 2019 14:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 12 512 2003528 biaya-pemakaman-di-semarang-paling-murah-rp3-juta-kkWtokzAGX.jpg Kondisi Pemakaman di Semarang, Jawa Tengah (foto: Taufik Budi/Okezone)

SEMARANG – Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bergota disebut-sebut sebagai areal pemakaman terbesar di Kota Semarang Jawa Tengah. Hampir satu bukit di dataran tinggi ini digunakan sebagai lahan makam. Sangat penuh.

Letak Bergota berhimpitan dengan Rumah Sakit Umum (RSUP) dr. Kariadi, SD dan SMP Pangudi Luhur, Pasar Bunga, dan jalan raya. Di sekelilingnya juga terdapat permukiman warga. Bahkan, hingga tengah bukit yang digunakan sebagai makam juga banyak dijumpai rumah-rumah warga.

(Baca Juga: Tanah Kosong Makin Langka, Biaya Pemakaman Kian Mahal)

Infografis Lahan Makam (foto: Okezone)

Di tengah pemakaman juga tersedia jalan besar yang membelah bukit, sehingga kendaraan bisa lalu lalang secara leluasa. Tak heran, kawasan makam ini tak pernah sepi dari aktivitas warga terutama pada siang hari. Namun pada malam hari, kesan sepi dan mistik kembali muncul sebagaimana makam lainnya.

Juru kunci TPU Bergota, Santotok (64), menyebut seluruh bukit Bergota ini disebut memiliki luas 68 hektare. Kawasan ini tak hanya untuk makam, tetapi juga dibagi untuk permukiman dan pusat perekonomian warga, seperti warung-warung kelontong hingga yang menjajakan makanan.

“Saya sebagai penggali kubur di sini mulai 1994 sampai sekarang. Kalau enggak menggali kubur ya nyapu, bersih-bersih makam di sini biar terlihat bersih,” kata Santotok sambil menunjuk rumahnya yang terlihat dari tempat menggali makam di Blok Q.

Lebih lanjut dia mengatakan, berawal dari penggali kubur itu lantas menjadi salah satu juru kunci TPU Bergota. Setiap kali menggali kubur, dia mengajak dua rekannya. Dalam waktu 2-3 jam, lubang makam yang dipesan telah siap.

“Biasanya untuk menggali ya dua jam. Tapi kalau banyak batu, bisa mencapai tiga jam,” katanya.

Pemakaman di Jawa Tengah (foto: Taufik Budi/Okezone)	Pemakaman di Jawa Tengah (foto: Taufik Budi/Okezone) 

Sebagai juru kunci, Santotok mendapat kewenangan untuk mengelola area makam di Blok Q. Sehingga setiap warga yang hebdak memesan lahan makam atau ingin dibuatkan lubang kubur, harus menghubunginya.

“Jika mereka (warga) punya nomor telefon saya, tinggal hubungi saja. Tapi kalau enggak punya, bisa datang langsung ke lokasi. Nanti kita arahkan, untuk lahan yang masih kosong,” terangnya.

Dia menyebut, biaya pesan lahan makam sebesar Rp1,5 juta. Sedangkan untuk menggali kubur hingga seluruh perlengkapan berupa patok dan papan kayu, dibanderol Rp3 juta. Biaya itu juga sudah termasuk administrasi kepada dinas terkait.

“Rp3 juta itu komplit, dengan catatan sudah ada lahan makamnya (sebelumnya telah memesan lahan makam). Warga sudah terima bersih, enggak ada biaya lain. Di sini itu paling murah, kalau di sana (blok lain) ada yang Rp5 juta, bahkan ada yang Rp7 juta,” tukasnya.

Meski demikian, pihaknya juga tak menolak ketika ada warga yang mendadak akan dimakamkan di tempat tersebut. Santotok akan mencarikan lahan makam yang masih kosong. Tentu, ahli waris dikenakan biaya tambahan pesan lahan di luar pemakaman.

“Biasanya kita kenakan tambahan Rp500 ribu, jadi total Rp3,5 juta. Tapi kita sering melihat kondisi juga. Bila itu dari keluarga tak mampu atau kaya, ya ada perbedaan lah, tidak kita samakan,” jelasnya.

Pemakaman di Jawa Tengah (foto: Taufik Budi/Okezone)Pemakaman di Jawa Tengah (foto: Taufik Budi/Okezone) 

Menurutnya, setelah pemakaman ahli waris juga akan dikenakan biaya perpanjangan sewa lahan makam. Besarnya Rp215.000 untuk tiga tahun. Jika ahli waris tidak membayarkan dalam jangka waktu tersebut, maka makam akan dibongkar.

“Pajak untuk tiga tahun itu Rp215 ribu per makam. Saya kasih toleransi satu tahun, jadi empat tahun. Kalau tetap enggak ada kabar ya saya bongkar. Aturannya dari Pemkot seperti itu. Semuanya seperti itu di seluruh Bergota,” ujarnya.

“Kalau untuk pemeliharaan makam, perawatan, itu dikasih sukarela dari ahli waris atau peziarah. Sini (juru kunci) tidak ada gajian dari kantor. Ini lepas dari kantor (dinas terkait),” tandas dia.

Sementara itu, seorang ahli waris yang hendak memakamkan salah satu anggota keluarganya mengaku tak keberatan dengan yang dipatok juru kunci. Selain itu, prosesnya juga relatif mudah sehingga pihak ahli waris tak perlu menyiapkan beragam perlengkapan pemakaman.

“Untuk proses sampai ke pemakaman ini pengurusannya setahu saya bagus saja. Beres. Dari pihak RT koordinasi ke sini tidak ada kesulitan,” kata Hanggono yang tinggal di kawasan Semarang atas, Banyumanik.

Untuk perawatan makam selanjutnya, dia juga akan pasrah kepada juru kunci. Berdasarkan pengalaman selama ini makam-makam leluhurnya cukup terawat dengan baik. Terlebih saat ini makam-makam du Bergota juga dipasang nomor register sehingga memudahkan pendataan dan pencarian.

“Untuk perawatan bagus nih, makam-makam keluarga saya ibu, kakak, di ujung sana juga bagus. Apalagi sekarang sudah ada nomor register ini. Sangat bagus, semua terawat,” tandasnya.

Makam berbayar tak hanya pada areal permakaman yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah, tetapi juga makam-makam di kampung. Apalagi, bila di kampung tersebut mulai bermunculan perumahan baru.

Seperti di Kelurahan Pudakpayung Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Warga Perumahan P4A yang berlokasi di RW XI, dikenakan biaya Rp2 juta untuk setiap keluarga. Mereka terhimpun dalam paguyuban rukun kematian.

“Per KK dikenakan biaya Rp2 juta, itu untuk meng-cover kedua orang tua beserta anak-anak yang tercantum di dalam Kartu Keluarga,” kata Ketua RT 1/11 Hatta Bhineka.

(Baca Juga: Makam Berbayar Gerus Nasionalisme, Ini Alasannya!) 

Pemakaman di Jawa Tengah (foto: Taufik Budi/Okezone)Pemakaman di Jawa Tengah (foto: Taufik Budi/Okezone)

Walau begitu, bila terdapat warga perumahan baru di luar P4A dibebani biaya Rp5 juta untuk setiap keluarga. Alasannya, pengembang perumahan baru tidak ikut terlibat dalam penyiapan lahan makam bersama penduduk asli setempat.

“Sementara kalau ada warga yang tidak tercantum sebagai anggota paguyuban dan ingin dimakamkan di makam sini, akan dikenakan biaya Rp5 juta. Jadi dianggap sebagai orang luar. Sebagai orang luar yang mendaftar untuk pemakaman. Tapi Rp5 juta hanya berlaku untuk jenazah itu saja, bukan termasuk anggota keluarganya,” beber Hatta.

Untuk perawatan makam, ahli waris dikenakan biaya pemeliharaan dan kebersihan makam sebesar Rp100 ribu per tahun. Pada makam juga dilarang untuk didirikan bangunan, jika melanggar maka akan dilakukan pembongkaran.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini