SEMARANG – Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bergota disebut-sebut sebagai areal pemakaman terbesar di Kota Semarang Jawa Tengah. Hampir satu bukit di dataran tinggi ini digunakan sebagai lahan makam. Sangat penuh.
Letak Bergota berhimpitan dengan Rumah Sakit Umum (RSUP) dr. Kariadi, SD dan SMP Pangudi Luhur, Pasar Bunga, dan jalan raya. Di sekelilingnya juga terdapat permukiman warga. Bahkan, hingga tengah bukit yang digunakan sebagai makam juga banyak dijumpai rumah-rumah warga.
(Baca Juga: Tanah Kosong Makin Langka, Biaya Pemakaman Kian Mahal)

Di tengah pemakaman juga tersedia jalan besar yang membelah bukit, sehingga kendaraan bisa lalu lalang secara leluasa. Tak heran, kawasan makam ini tak pernah sepi dari aktivitas warga terutama pada siang hari. Namun pada malam hari, kesan sepi dan mistik kembali muncul sebagaimana makam lainnya.
Juru kunci TPU Bergota, Santotok (64), menyebut seluruh bukit Bergota ini disebut memiliki luas 68 hektare. Kawasan ini tak hanya untuk makam, tetapi juga dibagi untuk permukiman dan pusat perekonomian warga, seperti warung-warung kelontong hingga yang menjajakan makanan.
“Saya sebagai penggali kubur di sini mulai 1994 sampai sekarang. Kalau enggak menggali kubur ya nyapu, bersih-bersih makam di sini biar terlihat bersih,” kata Santotok sambil menunjuk rumahnya yang terlihat dari tempat menggali makam di Blok Q.
Lebih lanjut dia mengatakan, berawal dari penggali kubur itu lantas menjadi salah satu juru kunci TPU Bergota. Setiap kali menggali kubur, dia mengajak dua rekannya. Dalam waktu 2-3 jam, lubang makam yang dipesan telah siap.