nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Makam Dipindahkan karena Beda Pilihan Caleg, Ini Kata MUI soal Pemindahan Makam

Muhamad Rizky, Jurnalis · Minggu 13 Januari 2019 06:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 13 337 2003714 makam-dipindahkan-karena-beda-pilihan-caleg-ini-kata-mui-soal-pemindahan-makam-msfLNp7ydH.jpg Pembongkaran dan pemindahan makan di Gorontalo. (Jufri Tonapa)

JAKARTA – Perbedaan dalam pilihan sejatinya merupakan satu keniscayaan yang sudah seharusnya terjadi. Begitu juga perbedaan dalam memilih pemimpin. Ironisnya di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, ada dua buah makam yang dibongkar karena berbeda dalam memilih calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Bone Bolango.

Belakangan diketahui pemilik tanah merupakan adik ipar dari caleg DPRD Bone Bolango yang diusung Partai Nasdem yakni Iriani Manoarfa. Ia marah dan meminta makam dipindahkan dikarenakan keluarga almarhum memilih mendukung caleg partai lain.

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan, dalam agama Islam diajarkan untuk sangat menghormati jenazah sebagaimana saat orang tersebut masih hidup.

"Oleh karena itu sedapat mungkin kuburannya tidak dipindahkan sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala dalam Surah Al Isra’ ayat 70 dan hadis ‘Aisyah RA," kata Zainut kepada Okezone, Sabtu (12/1/2019).

Makam di Gorontalo Dipindahkan Gara-Gara Beda Pilihan Politik (foto: Jufri Tonapa/iNews)

Namun, kata dia, kuburan yang sudah berisi jenazah itu bisa saja dipindahkan asalkan dalam kondisi darurat dan atau untuk kebaikan.

"Hal ini didasarkan pada pendapat ulama Syafi’iyah yang mengatakan bahwa dalam kondisi darurat, misalnya mayat (kuburan) berada di tanah yang bukan miliknya atau bukan di TPU, maka diperbolehkan memindahkan mayat (kuburan)," paparnya.

"Begitu juga karena alasan ada maslahat (manfaat) pribadi atau mashlahat umum, misalnya kuburan berada di area pengembangan fasilitas umum seperti jalan raya, rumah sakit, dan sebagainya, atau untuk memudahkan bagi para peziarah atau keinginan ahli waris dimakamkan di pemakaman keluarga, maka menurut ulama Malikiyah dan Hanabilah diperbolehkan memindahkan mayat (kuburan)," tambahnya.

(Baca Juga : Gara-Gara Beda Pilihan Caleg, Makam Kakek dan Cucu di Gorontalo Dipindah)

Maka itu, kata Zainut, pemindahan kuburan jenazah boleh saja dilakukan asal hal itu sesuai ketentuan ajaran agama dan memiliki pertimbangan yang baik.

"Jadi hukum memindahkan jenazah diperbolehkan jika memang sekiranya ada pertimbangan lain. Pertimbangan yang dimaksud tersebut tentunya ialah perkara yang diperbolehkan dalam syariat," tukasnya.

(Baca Juga : Aksi Bongkar Makam karena Beda Pilihan Caleg di Gorontalo Menuai Keprihatinan Publik)

(erh)

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini