nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi: Tim Gabungan Novel Baswedan Rekomendasi Komnas HAM

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 11:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 14 337 2004053 jokowi-tim-gabungan-novel-baswedan-rekomendasi-komnas-ham-xNMfXhy5Sx.jpg Presiden Joko Widodo. Foto/Okezone

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan tim gabungan yang dibentuk Mabes Polri untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan merupakan rekomendasi dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Surat perintah pembentukan tim tersebut langsung diteken oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada Selasa, 8 Januari 2019.

"Ini rekomendasi dari Komnas HAM yang keluar, kalau seinget saya, 21 Desember (2018). Dan itu rekomendasi dari Komnas HAM agar dibentuk tim gabungan. Jadi hati-hati (menyimpulkan)," kata Jokowi usai meninjau pelayanan konsultasi Online Single Submission (OSS) di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Senin (14/1/2019).

Foto: Okezone/Heru Haryono 

Kepala Negara menerangkan, tim gabungan kasus Novel Baswedan terdiri dari Polri, KPK, dan para pakar. Sedangkan dirinya bertugas sebagai pengawas.

Baca: Komnas HAM: Kami Sudah Minta Keterangan Jenderal yang Diduga Terlibat Penyerangan Novel Baswedan 

Baca: Ombudsman Temukan Malaadministrasi Penyidikan Kasus Novel Baswedan

Ia menilai jika bukti awal sudah lengkap, maka kasus ini akan segera terungkap. "Memang setiap kasus memang harus ada bukti awal yang komplet, (dan) saya kebagian ngejar-ngejar saja, bagian mengawasi dan mengejar. Harus cepat selesai. Itu saja," tandasnya.

Baca: Jokowi Siapkan Jurus Tangkis Kasus Novel Baswedan saat Debat 

Dalam tim gabungan ini, Polri mengikutsertakan tujuh pakar antara lain mantan Wakil Ketua KPK Idriyanto Seno Adji, Peneliti Utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hermawan Sulistyo, Ketua Setara Institute Hendardi, komisioner Kompolnas Poengky Indarti, serta komisioner Komnas HAM Nur Kholis dan Ifdhal Kasim.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini