nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Neneng Sudah Kembalikan Uang Suap Proyek Meikarta Rp11 Miliar ke KPK

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 18:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 14 337 2004361 bupati-neneng-sudah-kembalikan-uang-suap-proyek-meikarta-rp11-miliar-ke-kpk-Xf22SZrcGO.jpg Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (foto: Okezone)

JAKARTA - Bupati non-aktif Bekasi‎, Neneng Hasanah Yasin telah mengembalikan uang yang diduga berasal dari Lippo Group terkait pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta sebesar Rp11 miliar ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"KPK telah menerima pengembalian uang dari tersangka NHY, Bupati Bekasi, sejumlah total sekitar Rp11 Miliar sampai dengan saat ini," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, ‎Senin (14/1/2019).

loading...

Menurut Febri, pengembalian uang Bupati Neneng sebesar Rp11 miliar akan dijadikan barang bukti di persidangan. Febri menghargai pengembalian uang yang dilakukan oleh Neneng Hasanah Yasin terkait proyek Meikarta.

"Terakhir dilakukan pengembalian sejumlah Rp.2.250.000.000 dan SGD 90.000 pada KPK," terangnya.

 (Baca juga: Dituding Minta Bupati Bekasi Muluskan Izin Meikarta, Ini Penjelasan Mendagri)

KPK sendiri sebelumnya telah mengungkap adanya praktik rasuah pengurusan izin proyek Meikarta yang menjerat sembilan orang tersangka. Meikarta merupakan mega proyek yang sedang digarap oleh anak usaha PT Lippo Group, PT Mahkota Sentosa Utama (MSU).

 bekasi

Adapun, sembilan tersangka yang telah ditetapkan KPK tersebut yakni, ‎Bupati Bekasi periode 2017-2022, Neneng Hasanah Yasin (NNY) dan Direktur Operasional (DirOps) Lippo Group, Billy Sindoro (BS).

Selain Neneng dan Billy, ‎KPK juga menetapkan tujuh orang lainnya yakni, dua konsultan Lippo Group, Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), serta Pegawai Lippo Group, Henry Jasmen (HJ).

 (Baca juga: Kasus Suap Meikarta, Bupati Neneng: Sekda Pemprov Jabar Minta Rp1 Miliar)

Kemudian, Kepala Dinas PUPR Bekasi, Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi, Sahat ‎MBJ Nahor (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi, Dewi Tisnawati (DT) serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi, Neneng Rahmi (NR).

Diduga, Bupati Bekasi, Neneng Hasanah dan kroni-kroninya menerima hadiah atau janji dari pengusaha terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta. Adapun, izin yang dimuluskan terkait proyek seluas 774 hektar yang dibagi dalam tiga tahapan.

 s

Pemberian dalam perkara ini diduga sebagai bagian dari komitmen fee fase proyek pertama an bukan pemberian yang pertama dari total komitmen Rp13 miliar melalui sejumlah Dinas.

Namun, pemberian uang suap yang telah terealisasi untuk Bupati Bekasi dan kroni-kroninya yakni sekira Rp7 miliar. Uang Rp7 miliar tersebut telah diberikan para pengusaha Lippo Group kepada Bupati Neneng melalui para kepala dinas.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini