Prabowo Sebut BUMN Bakal Bangkrut, Rini Soemarno: Buktinya Mana?

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 14 Januari 2019 15:14 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 14 605 2004225 prabowo-sebut-bumn-bakal-bangkrut-rini-soemarno-buktinya-mana-QQ0Tlnn21L.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mempertanyakan data dan bukti ke calon presiden (capres), Prabowo Subianto yang menyebut perusahaan pelat merah akan bangkrut satu per satu.

"Ya buktinya mana? Orang ngomong kan bisa saja, gampang bicara, sekarang lihat bukti buktinya apa?," kata Rini di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Sementara ketika disinggung PT Garuda Indonesia (Persero) yang terus mengalami kerugian, dimana pada kuartal III 2018 merugi sebesar USD 114,08 miliar. Rini menyebut, maskapai penerbangan plat merah tersebut memang kerap diserang isu negatif sejak dulu.

"Garuda sudah lama mendapatkan banyak isu, kita sekarang menyelesaikannya, Insya Allah semua lancar," kata Rini.

ss

 (Baca juga: Prabowo Nilai BUMN Perlahan Mulai Bangkrut)

(Baca juga: Prabowo: Banyak Rumah Sakit Tolak Pasien BPJS)

Upaya penyehatan keuangan Garuda, kata Rini, dengan melakukan renegosiasi kontak-kontrak lima sampai tujuh tahun yang lalu, dimana nilai kontrak tersebut terlalu mahal.

"Saya yakin kita bisa perbaiki semua. Kita harus menjaga keberlangsungan BUMN-BUMN tersebut, kita punya karyawan yang banyak, karyawan itu juga punya keluarga, kita harus jaga semua. Jadi kalau bicara marilah bicara dengan benar, dengan data yang kuat," papar Rini.

 

Sebelumnya, Prabowo Subianto menyebut BUMN satu persatu akan bangkut yang diakibatkan pemerintah salah dalam mengelola negara saat menghadiri acara Konsolidasi Koordinator TPS se-Provinsi DKI Jakarta, di Roemah Djoeang Prabowo-Sandi, Jalan Wijaya I no 81, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu 13 Januari 2018.

"Kita lihat sekarang BUMN-BUMN milik negara, milik rakyat, kebanggaan kita satu-satu hancur, satu-satu bangkrut. Tanya aja Garuda, pilot-pilot, tanya Pertamina, tanya PLN, tanya semua pabrik-pabrik milik negara. Saatnya rakyat merebut kembali kedaulatan negara," paparnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini