“Perempuan yang paling dominan menolak poligami, karena mereka paling dirugikan oleh praktik perkawinan itu,” jelasnya.
Untuk kategori usia, lanjut Rudi, responden usia milenial (17-35 tahun) paling banyak menolak poligami. Jumlah mereka yang menolak poligami di kategori usia ini mencapai 69,3 persen. Sementara di usia non-milenial (36 tahun ke atas), jumlah yang menolak poligami sebanyak 52,8 persen.
(Baca Juga: Survei Y Publica: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 53,5%, Prabowo-Sandi 31,9%)
Selain itu, pendukung Joko Widodo – Ma’ruf Amin juga paling banyak yang menolak poligami ketimbang pendukung Prabowo – Sandiaga Uno. Pendukung Jokowi-Ma’ruf yang tidak setuju poligami sebanyak 59,3 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga 53,8 persen.
“Sebetulnya, mayoritas pendukung kedua kubu Capres tidak setuju dengan poligami,” terangnya.