JAKARTA – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar Kelas Solidaritas bukan semata memiliki tujuan politis, namun lebih kepada pemberdayaan anak muda.
“Kami menggelar Kelas Solidaritas bukan untuk meraih suara, namun sebagai komitmen kami untuk memberdayakan anak muda dalam mengejar passion mereka,” kata Ketua DPP PSI, Tsamara Amany, dalam keterangan persnya, Selasa (15/1/2019).
Kelas Solidaritas merupakan bukti nyata kepedulian PSI terhadap tumbuh kembang potensi anak muda. “PSI paham betul tantangan anak muda saat ini. Inilah tugas PSI sebagai partai anak muda, kami berkewajiban untuk mempersiapkan mereka,” tambah Giring Ganesha selaku Jubir PSI.
Melalui program ini, PSI ingin menyediakan ruang bagi anak muda untuk terus berkreasi dan memaksimalkan potensi mereka di tengah persaingan era digital. PSI ingin mendorong dan memacu anak muda untuk memiliki berbagai keterampilan kreatif di tengah semakin beragamnya profesi.
“Tidak hanya itu, sebagai bentuk dukungan penuh PSI kepada anak muda, PSI juga mendorong pengakuan atas profesi baru dicantumkan dalam kolom KTP,” tambah Giring.

Sekretaris Bapilu DPP PSI Andi Saiful Haq menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah yang sudah menggalakkan revolusi industri 4.0. PSI paham betul pentingnya daya saing anak muda dalam menghadapi tantangan di era digital dan sebagai partai politik yang progresif, PSI ingin hadir sebagai partai yang selalu menyesuaikan diri di ekosistem industri 4.0.