Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kubu Jokowi-Ma'ruf Yakin Unggul di Debat Isu Korupsi

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Rabu, 16 Januari 2019 |06:30 WIB
Kubu Jokowi-Ma'ruf Yakin Unggul di Debat Isu Korupsi
Jokowi-Ma'ruf Amin (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding berkeyakinan capres dan cawapres jagoannya akan unggul dalam debat Pilpres putaran perdana. Utamanya, soal isu korupsi yang akan didebatkan pada Kamis 17 Januari 2019.

‎"Pertama, kami telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk debat, dan kami yakin akan unggul dalam debat nanti," kata Abdul Kadir Karding kepada Okezone, Rabu (16/1/2019).

(Baca Juga: Jokowi Terima Berbagai Masukan Antisipasi Debat Pilpres)

Infografis

Menurut Karding, Jokowi sudah siap bila diserang pertanyaan yang menyangkut isu korupsi. Kata Politikus Partai ‎Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, Jokowi tidak pernah ikut campur masalah penegakan hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

‎"Pak Jokowi memiliki sikap tidak akan ikut campur soal siapa pun yang terlibat korupsi ‎dan beliau sendiri bersih," terangnya.

(Baca Juga: Erick Thohir: Beda dengan Jokowi, Ma'ruf Amin Sempat Dilatih Berdebat)

Karding menjelaskan, banyaknya pejabat serta politikus yang terjerat kasus korupsi di zaman Jokowi bukan sepenuhnya kesalahan capres nomor urut 01 tersebut. Sebab, korupsi di Indonesia sudah menjadi budaya dan penyakit yang sangat akut.

Jokowi-Maruf Amin

Selama ini Jokowi juga mempersilahkan lembaga pimpinan Agus Rahardjo Cs untuk mengusut tuntas kasus korupsi yang melibatkan pejabat negara atau pun sekelas menteri.

"Prinsipnya Pak Jokowi tidak pernah terlibat dan tidak pernah mau ikut campur ‎jika ada pejabat atau bahkan sekelas menteri untuk dibela, itu prinsip yang baik dan dihargai," jelasnya.

Selain tidak mengintervensi penegakan hukum KPK, ditekankan Karding, Jokowi juga telah mendorong pemerintahan yang bersih dari korupsi dengan cara menerapkan sistem online dalam segi perizinan.

"Beliau semasa kepemimpinannya membangun sistem meminimalis korupsi, seperti misalnya pemberlakuan sistem online, perizinan yang lebih baik. Ke‎mudian, sistem yang dibangun di perbankan, untuk mencegah mafia perbankan," ungkapnya.

Begitu pula juga di dunia usaha, membangun banyak hal seperti uang non tunai yang mulai digalakkan‎. Budaya hukum juga yang semakin hari semakin perbaiki.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement