Sementara itu, Ketua MUI Solo, Sobari mengatakan ramainya berita terkait mosaik yang menyerupai salib itu muncul setelah terdapat foto dari atas.
Hanya saja, dia menyayangkan cara pandang yang cuma melihat mosaik itu dari atas yang seolah-olah mirip salib. Padahal, jika dilihat dari sisi samping, terlihat jelas jika yang ada di tengah itu adalah Tugu Pemandengan.
"Marilah kita berpandangan secara jernih. Jangan digothak-gathuke, otak atik jadi mathuk istilah Jawanya.
"Kalau itu salib yang marah pertama kali harusnya umat Nasrani, 'kok salib diinjak-injak'. Salib itu diletakkan ditempat yang terhormat, di atas, bukan diletakkan di jalan," ungkapnya.
Apa tanggapan kepolisian Solo?
Kapolres Solo, Kombes Polisi Ribut Hari Wibowo meminta warga kota Solo tidak terprovokasi atas persoalan tersebut.
"Energi kita jangan dihabiskan untuk yang menuju ke arah SARA. Saya himbau masyarakat tidak terprovokasi dan masyarakat lebih bijak untuk melihat suatu permasalahan," kata dia.
(Fakhri Rezy)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.