Alasannya, sebagai umat Katolik, dia tidak bisa menerima salib - sebagai simbol agama Nasrani - diletakkan di tengah jalan dan diinjak-injak oleh kendaraan yang melintasi kawasan itu.
"Kalau saya tahu itu salib harusnya saya yang protes," katanya.

Untuk itulah, Rudy meyakini sepenuhnya bahwa mosaik itu bukanlah simbol salib. "Wong itu ada filosofinya sendiri terkait desain itu."
Baca juga: Bebas Usai Kericuhan di Rutan Solo, Rumah Iwan Walet Dirusak Massa Berpedang
'Tidak ada simbol agama manapun'
Sementara itu, pejabat pembuat komitmen (PPK) Proyek Penataan Koridor Jenderal Sudirman tahap pertama, Taufan Basuki mengatakan, desain penataan di kawasan itu kmengusung tema budaya dan kearifan lokal.
"Itu adalah konsep Jawa, delapan arah mata angin yang mengelilingi Tugu Pemandengan. Ini jelas tidak ada yang menggambarkan adanya salib," tegas Taufan.
"Melihatnya jangan hanya secara parsial tetapi secara keseluruhan. Kalau ada beberapa persepsi, apapun bisa dipersepsikan dengan yang lain tergantung dari mana melihatnya. Tetapi dasar desainnya tidak ada simbol agama manapun," ungkapnya.
Baca juga: Bos Cat Penabrak Pemotor hingga Tewas Dituntut 5 Tahun Penjara