nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bos Cat Penabrak Pemotor hingga Tewas Dituntut 5 Tahun Penjara

Bramantyo, Jurnalis · Selasa 08 Januari 2019 16:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 08 512 2001589 bos-cat-penabrak-pemotor-hingga-tewas-dituntut-5-tahun-penjara-RZqEZEim41.jpg Sindang Tuntutan Bos Cat Tabrak Pemotor hingga Tewas di PN Solo (foto: Bramantyo/Okezone)

SOLO - Bos cat, Iwan Adranacus (40) penabrak pengendara sepeda motor Eko Prasetio di samping Polresta Solo pada Agustus 2018 hingga tewas, dituntut 5 tahun penjara.

Pantauan Okezone, berbeda dengan awal digelarnya persidangan, dalam sidang yang dimulai sekira pukul 12.30 WIB, penjagaan di Pengadilan Negeri (PN) Solo, tak begitu ketat lagi.

(Baca Juga: Sidang Perdana Bos Cat Tabrak Pengendara Motor di Gelar di PN Solo) 

Meski begitu, dalam sidang yang diawali pembacaan kronologis Iwan Adranacus menabrak Eko Prasetio hingga meninggal dunia, terlihat beberapa petugas kepolisian dari Polresta Solo, baik yang menggunakan seragam maupun tidak, terlihat berjaga-jaga di pintu masuk ruang sidang.

Tuntutan lima tahun penjara itu diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Titiek Maryabi dan Satriawan Sulaksono, dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Solo yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Krosbin Lumbangaol.

Sidang Tuntutan Bos Cat Tabrak Pemotor hingga Tewas di PN Solo (foto: Bramantyo/Okezone)	Sidang Tuntutan Bos Cat Tabrak Pemotor hingga Tewas di PN Solo (foto: Bramantyo/Okezone) 

Pembacaan tuntutan ini seharusnya dilakukan 13 Desember 2018 lalu. Namun, ditunda dan baru di bacakan Selasa (8/1/2019).

"Berdasarkan bukti-bukti yang dihadirkan di persidangan ditambah keterangan para saksi, Iwan terbukti menabrak Eko Prasetio hingga meninggal," ujar Titiek saat membacakan tuntutan di persidangan.

Usai persidangan, bos cat ini terlihat menghampiri ayah korban, Soeharto. Sambil saling berangkulan, keduanya berjalan bersama hingga ke ruang tunggu tahanan di PN Surakarta.

Menanggapi lima tahun tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum, Iwan Adranacus mengaku pasrah dan ikhlas dengan tuntutan tersebut. Menurut Iwan, majelis hakim lebih mengerti terkait kasus tersebut dibandingkan dengan dirinya yang tak paham tentang hukum.

"Saya rasa mereka lebih tahu semuanya. Saya ikhlas dan pasrah apapun putusannya. Yang terpenting, di kasus ini saya menambah saudara. Saya jadi bersaudara dengan Pak Soeharto. Dan keikhlasan Pak Harto, bagi saya sudah cukup," paparnya.

Namun, Kuasa Hukum Iwan Adranacus, Joko Haryadi mengatakan pernyataan kliennya bila dirinya sudah ikhlas mendengar tuntutan itu bisa dipahami. Pasalnya, sebuah tuntutan yang sudah dibacakan di depan persidangan, tidak mungkin lagi bisa ditarik.

"Bisa tidak pembacaan tuntutan yang di bacakan di persidangan itu ditarik atau di ralat. Jelas tidak bisa bukan. Jadi iklan klaim saya itu bukan ikhlas terhadap tuntutan lima tahun penjara. Tapi ikhlas mendengar tuntutan itu," papar Joko.

(Baca Juga: Olah TKP Mercy Tabrak Pemotor di Solo, Polisi: Jangan Politisasi Jadi Isu SARA) 

Joko justru justru mempertanyakan tuntutan JPU yang yang dilayangkan kepada kliennya, Iwan Adranacus. "Kami justru mempertanyakan tuntutan dari JPU. Tuntutan dari pihak JPU itu didasari atas pengakuan dari tiga saksi yang tak pernah dihadirkan di persidangan. Itu merupakan suatu hal yang aneh bagi kami tim kuasa hukum," tegasnya.

Menurut Joko, selanjutnya akan mengajukan pledoi terhadap kliennya yang akan digelar di persidangan selanjutnya pada Kamis 10 Januari 2019 mendatang.

Sebelumnya, bos cat Iwan Andranacus dikenakan pasal 338 KUHP dan 351 ayat 3 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini