Ma'ruf Amin: Sudah Lama Pasundan Tak Punya Pemimpin Nasional

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Sabtu 19 Januari 2019 15:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 19 605 2006700 ma-ruf-amin-sudah-lama-pasundan-tak-punya-pemimpin-nasional-OmCwnvH3lB.jpg KH Maruf Amin (Foto: Sarah/Okezone)

BANDUNG - Usai menerima pengukuhan sebagai tokoh masyarakat Sunda yang diinisiasi Komunitas Sadulur Salembur dan dilakukan oleh sesepuh Solihin Gautama Purwanegara (GP), Ma'ruf Amin memberikan sambutanya di atas panggung.

Pada kesempatan itu, Ma'ruf Amin mengungkapkan alasannya mau mendampingi Joko Widodo dalam Pilpres 2019. Hal itu dikarenakan ia merasa sudah sejak lama masyarakat Pasundan tidak mempunyai pemimpin nasional.

Oleh sebab itu, sebagai tokoh yang memiliki darah Pasundan dari Padjajaran, Ma'ruf Amin ingin meneruskan Umar Wirahadikusumah yang berhasil menjadi Wakil Presiden ke-4.

"Sudah lama, Pasundan tidak punya tokoh nasional menjadi pimpinan nasional. Sejak Pak Umar Wirahadikusumah menjadi Wakil Presiden sesudah itu tidak ada lagi orang Jawa Barat yang menjadi Wakil Presiden," ujar Ma'ruf Amin saat ditemui di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (19/1/2019).

"Makanya orang mengatakan, orang Sunda ini asa aya tapi teu aya. Asa teu aya tapi aya. Artinya kita ada tapi sepertinya tidak ada, kalau dia ada seperti tidak ada. Karena memang belum bisa muncul sebagai pimpinan nasional," tambahnya.

Maruf amin

Baca Juga: Eks Angota KPU: Kisi-Kisi Membuat Debat Berjalan Landai dan Monoton

Selain itu, Ma'ruf Amin juga mengungkapkan kalau salah satu faktor dirinya ingin mendampingi Jokowi adalah dikarenakan calon presiden nomor urut 01 itu mempunyai cita-cita yang besar terhadap kemajuan bangsa Indonesia.

"Saya mau diajak beliau, karena saya tahu beliau punya cita-cita besar, punya keinginan besar untuk menjadikan Indonesia maju, Indonesia sejahtera. Dan itu dibuktikan oleh beliau dalam kiprahnya, kinerjanya, di periode pertama," ungkap Ma'ruf Amin.

"Baik yang menyangkut prasarana, menyangkut infrastruktur, maupun pembangunan ekonomi, begitu juga pembangunan sosial, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya," tutupnya.

Maruf Amin

Baca Juga: Makan di Republik Jengkol, Sekjen PDIP Anggap Menunya 'Bercita Rasa Surga'

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini