Selama 30 tahun terakhir, banyak usaha lokal yang menangani sumber daya alam telah tutup, kata Tanner. Kini, sebagian besar lowongan pekerjaan lokal terkait dengan bidang-bidang seperti kesehatan dan pendidikan, yang memang membutuhkan beberapa jenis gelar akademis,
Namun, yang menjadi masalah adalah karena warga Redding telah gagal melihat nilai pendidikan tinggi. Hanya sedikit dari mereka yang memiliki gelar perguruan tinggi. Bahkan, tiga tahun lalu, Shasta College mendapati bahwa sekitar 31 persen dari orang dewasa di atas usia 25 tahun pernah kuliah tetapi tidak menyelesaikan program studi mereka.

Jadi, kata Tanner, Shasta College memutuskan bahwa pihaknya perlu berbuat lebih banyak untuk membantu para mantan mahasiswa kembali ke kampus perguruan tinggi dan akhirnya mendapatkan gelar. Pada tahun 2016, Shasta College meluncurkan dua program, yang sekarang dipimpin oleh Buffy Tanner. Kedua program itu disebut Accelerated College Education atau ACE, yakni program pendidikan perguruan tinggi yang dipercepat, dan program Bachelor’s through Online and Local Degrees (BOLD), yakni program Sarjana yang bisa diambil secara online dan pendidikan lokal.
Baca juga: Presiden Trump: AS Dukung NATO 100%
Perguruan itu mendesain setiap program dengan mempertimbangkan perlunya mengembalikan mahasiswa putus kuliah untuk meneruskan kembali pendidikan mereka, kata Tanner. Mahasiswa semacam itu biasanya lebih tua dari mahasiswa biasa dan memiliki pekerjaan purna waktu. Mereka juga mencari nafkah untuk menopang kehidupan keluarga, yang berarti bahwa mereka memikul banyak tanggung jawab selain bekerja dan kuliah.