“Pertama kami petakan kondisi lokasi. Tim kami tentukan dan masuk lewat jalur di barat jalan Gedung PN Solo. Dua orang yang masuk, satu anggota kami dan satu orang dari sukarelawan,” ujar Dangrup A4 Pos Damkar Kota Barat, Tri Mulyo Herlambang.
Menurut dia, tim mengenakan sepatu tebal dan tinggi, seragam standar, dan beberapa peralatan evakuasi. Badan tim yang masuk ke gorong-gorong berukuran 1 meter x 1,5 meter itu diikat tali untuk mengantisipasi air bah yang memenuhi saluran.
(Baca Juga: Paving Titik Nol Mirip Salib, Umat Islam Sampaikan Surat Terbuka untuk Wali Kota Solo)
Beruntung selama 1,5 jam operasi evakuasi di gorong-gorong itu tidak ada gangguan berarti. Tidak ada hewan berbahaya seperti ular, kalajengking, atau kelabang yang mengancam keselamatan tim. Hanya bau busuk kotoran yang begitu terasa di saluran itu.
Hal itu diungkapkan Agit Prihantoro, 29, anggota tim Damkar Solo yang dipercaya untuk masuk ke gorong-gorong. Menurut dia, tidak ada gangguan berarti selama evakuasi.
Tapi perlu perjuangan untuk mencapai lokasi kucing berada. Dia bersama Mendy Kurniawan harus berjalan dengan posisi badan menunduk sepanjang 200 meter dari lokasi masuk gorong-gorong hingga lokasi kucing berada.